JawaPos Radar

Hari Kartini

Poppy Dharsono: Jadi Kartini Bukan Sekadar Sanggul dan Kebaya

21/04/2018, 07:30 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Poppy Dharsono: Jadi Kartini Bukan Sekadar Sanggul dan Kebaya
Desainer senior Poppy Dharsono sudah menghidupkan fashion tanah air selama 40 tahun berkarya. (Instagram)
Share this

JawaPos.com – Siapa tak kenal sosok desainer fashion legendaris, Poppy Dharsono. Sudah berkarya 40 tahun itu, Poppy membuktikan bahwa perempuan bisa meneladani semangat Kartini dengan menghargai budaya dan kearifan lokal. Poppy secara konsisten sejak era tahun 1970-1980an saat kain nusantara masih dipandang sebelah mata, dirinya sudah dengan bangga memperkenalkannya di mancanegara.

Poppy Dharsono selalu menunjukkan kecintaannya terhadap keindahan nusantara pada setiap rancangannya. Sebagai perancang busana modern, telah menjadi tanggung jawabnya untuk mengabadikan budaya yang telah diwariskan melalui karyanya. Tentunya dengan mengerti akan kebutuhan pasar dan memiliki ciri khas yang tidak akan hilang dan akan terus dikenang.

“Desainer itu kuncinya konsisten berkarya dan selalu otentik. Paling tidak, desainer di era emansipasi ini harus bisa mandiri di dalam bidang ekonomi, dan dengan dia selalu berkarya otomatis secara ekonomi bisa lebih mandiri,” kata perempuan yang senang mengolah batik, tenun, dan lurik itu.

Untuk itu, Poppy mendorong seluruh desainer bisa berdaulat seperti apa yang dicita-citakan Kartini. Tentunya dengan bangga menunjukkan warisan budaya kearifan lokal yang bisa menjadi ciri khas Indonesia.

“Desainer di era global dengan meneladani semangat Kartini, harus bisa mandiri, punya kepribadian dan berdaulat di dalam bidang sehari-harinya,” katanya.

Kartini adalah sosok perempuan pemikir Indonesia modern pertama yang diakui di dunia internasional. Poppy menilai Kartini memiliki spirit emansipasi yang luar biasa. Bukan hanya perempuan terhadap pria, tetapi perempuan dalam menghadapi penjajahan yang sebenar-benarnya antara manusia.

“Maka bukan sanggul dan kebaya saja, kalau itu kan memang Kartini orang Jawa ya, kita kasih contoh bukan sanggul dan kebayanya tetapi memang orang Indonesia. Yang ditiru itu adalah spirit perjuangannya yang membuat kita menjadi mandiri,” papar Poppy.

Poppy Dharsono, yang lahir di Garut, Jawa Tengah pada tanggal 8 Juli 1951 merupakan Fashion Connoisseur tanah air. Pengalamannya dalam industri fashion dimulai dari tahun 1976-1977, yang merupakan era baru dunia mode di Indonesia. Poppy memperkenalkan apa yang dikenal sebagai pret-a-porter, busana siap pakai yang trendi. Poppy juga selalu terlibat dalam aktifitas dan pengembangan industri kecil dan menengah Indonesia.

Selain pekerja seni sebagai fashion designer, Poppy juga merupakan business woman yang sukses dengan penampilan yang kokoh namun menyiratkan nilai-nilai budaya Indonesia. Dia memiliki pabrik dan mengelola perusahaan produksi garmen, ritel dalam lini fashion dan komatik serta seorang komisioner perusahaan sekuritas finansial.

Kualitas inilah yang menghantar Poppy menjadi anggota dewan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) selama 20 tahun, memegang beberapa jabatan, di antaranya vice chairman of KADIN. Dia juga pendiri dan chairman dari Asosiasi Pemasok Garmen dan Asesoris Indonesia (APGAI), Asosiasi Apparel Manufaktur Indonesia (AAMI), dan Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI), Dia juga pernah menjabat sebagai anggota dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Jawa Tengah dari 2009-2014.

(ika/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up