JawaPos Radar

Serunya Belajar Jadi Penulis Skenario yang Baik, Ini Kata Sutradara

17/07/2018, 07:21 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Serunya Belajar Jadi Penulis Skenario yang Baik, Ini Kata Sutradara
Sutradara Mouly Surya saat menjadi narasumber dalam Workshop HOOQ Filmmakers Guild 2018'. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Industri film saat ini semakin berkembang dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Masyarakat sudah banyak membuat sendiri video blog (vlog) dan diunggah ke media sosial. Namun untuk membuat sebuah film atau series tentu didukung dengan naskah yang baik.

Penulisan naskah yang baik tentu membutuhkan keahlian yang bisa dipelajari. Karena itu, HOOQ menggar 'Workshop HOOQ Filmmakers Guild 2018' untuk mengedukasi dan memilih siapa saja yang piawai dalam menulis naskah terbaik.

Sutradara & Juri HOOQ Filmmakers Guild musim kedua Mouly Surya menjelaskan menulis sinopsis bahkan lebih sulit daripada menulis skenarionya. Mouly yang berlatar belakang pendidikan sastra pun sempat kesulitan saat awal-awal menulis sinopsis.

"Menulis sinopsis itu paling sulit. Cerita panjang jadi singkat, maka lebih sulit dari skenarionya. Pengalaman tahun lalu peserta yang ikut, ada banyak naskah tertumpuk karena saya mau lihat dan baca dengan tulisan yang paling simple dan menarik dari kacamata movie maker," tegasnya saat menjadi narasumber, Minggu (15/7).

Mouly menilai masyarakat kita masih kurang memperkaya bahasa dalam menulis karena kurang membaca. Maka dia berharap para peserta tahun ini bisa menulis sebuah karya yang out of the box.

"Saya lihat dari kualitas dan ide cerita. Saya tertarik baca terus apa enggak. Ada poin-poin menarik enggak. Ini orang punya pengalaman ga. Ada plus dan minusnya," jelasnya.

Berkembangnya film Indonesia membuat perkembangan genre film juga semakin luas. Tak hanya horor, tetapi drama, romantis, dan komedi juga memperkaya khasanah film di Indonesia.

"Genre hanya alat untuk saya. Saya pun nonton semua genre. Menurut saya ada serunya sendiri-sendiri," tegasnya.

Mouly juga menilai untuk menulis tidak harus berlatar belakang jurusan sastra. Akan tetapi untuk menulis yang baik, tak ada salahnya untuk sekolah dan belajar.

"Orang bilang sekarang mau menulis bisa bisa didapatkan di Instagram atau media sosial tips-tipsnya. Ya enggak gitu juga. Karena saya pun sekolah belajar soal film itu saat S2 lho. Ya kalau bisa sekolah, kenapa enggak. Read a book lah," ungkapnya tertawa.

Direktur Marketing HOOQ Indonesia Rara Willis menjelaskan peserta workhsop tak dibatasi usia meskipun paling muda berusia 18 tahun. Sedikitnya ada 264 peserta dengan batas akhir hingga Juli 2018 yang mengikuti ajang tersebut. Workshop tersebut memang mengedukasi peserta untuk menulis script atau skenario dengan baik.

"Sebab kuliah perfilman juga lagi booming ya dan industri perfilman lagi bagus geliatnya. Kami melihat tentu butuh regenerasi terutama di sini bagaimana menulis script yang baik, antusiasnya cukup baik dengan jumlah peserta yang datamg dari segala umur," tegas Rara.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up