JawaPos Radar

Kain Tenun Nusantara Meriahkan Indonesia Fashion Week 2017

17/01/2017, 16:39 WIB | Editor: Mochamad Nur
Kain Tenun Nusantara Meriahkan Indonesia Fashion Week 2017
Pra Event IFW 2017  (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 siap digelar. Kali ini,  akan  mengusung tema Celebrations of Culture dengan mengangkat dan memperkenalkan warisan budaya  Indonesia melalui fesyen.

Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan budaya Indonesia dengan cara mentransformasikan fesyen lokal yang dikemas modern agar bisa diterima di kancah internasional.

Berbeda dari tahun sebelumnya, IFW kali ini digelar selama lima hari berturut-turut yakni mulai tanggal 1-5 Februari 2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Pekan mode tahunan ini diramaikan lebih dari 400 peserta pameran dan menampilkan 25 peragaan busana dari sekitar 200 perancang busana, kompetisi, seminar, talk show dan workshop.

Presiden IFW 2017, Poppy Dharsono mengatakan ajang ini bertujuan untuk memahami kekuatan yang dimiliki oleh pegiat mode Indonesia untuk mendukung pemerintah dalam mempromosikan 10 destinasi wisata unggulan, salah satunya Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Poppy menambahkan  melalui APPMI, IFW dapat menjadi jembatan bagi perajin, fashion craft, dan designer untuk melindungi budaya dan sejarah Indonesia. 

"Fashion tak lagi hanya sekedar tampil apik di kemasan luarnya saja, namun juga memiliki kearifan dan kepedulian terhadap sosial, budaya dan lingkungan," katanya saat acara Pra Event IFW di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (17/1).

Menurutnya,  kegiatan ini akan menyatukan semua elemen penting dalam dunia fesyen dari mulai desainer, pemerintah, dan para pelaku industri serta dunia akademisi. Ajang ini bukan hanya acara fesyen, tetapi secara keseluruhan menjadi titik awal dari perkembangan industri fesyen.

"Ini sebagai ajang pengenalan budaya melalui fesyen karena kami mengolah tenun lokal yang diambil dari 22 kabupaten di NTT untuk menjadi sebuah rancangan yang bisa diterima pasar lokal maupun internasional," jelas Poppy.

Selain tenun NTT, IFW 2017 juga akan diwarnai dengan bordir dan sulaman hasil perajin dari Kudus dan Jawa Tengah. Lalu ada pula perajin dari Banyuwangi dan Gianyar serta Tasikmalaya turut memeriahkan ajang fesyen ini. (cr1/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up