JawaPos Radar

'Merajut Nusantara', Desainer Vera Anggraeni Hadirkan Kebaya Papua

14/07/2018, 09:40 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
'Merajut Nusantara', Desainer Vera Anggraeni Hadirkan Kebaya Papua
Vera Anggraeni akan menggelar 'Merajut Nusantara' sebagai hadiah ulang tahun RI. (Instagram)
Share this image

JawaPos.com - Sebagai busana Nusantara, kebaya bia jadi salah satu alat pemersatu bangsa. Setiap daerah memiliki potongan dan warna yang berbeda-beda. Beberapa jenis yang populer adalah kebaya Jawa, Sunda, Bali, dan Sumatera. Namun ternyata, daerah lain dari Indonesia Timur juga memiliki pakaian tradisional ini.

Melihat keragaman seni dan budaya Indonesia, khususnya kebaya, perancang mode Vera Anggraeni akan menggelar pergelaran busana kebaya bertajuk 'Merajut Nusantara'. Sesuai dengan namanya, fashion show tersebut akan menghadirkan 40 koleksi kebaya dari seluruh penjuru Indonesia, terhitung Aceh sampai Papua.

"Konsepnya atas dasar kecintaan saya terhadap budaya tradisi di Indonesia. Kita memiliki budaya sangat beragam dari Aceh sampai Papua. Saya sebagai desainer ingin sekali menampilkannya dalam satu panggung. Sehingga semua suku bisa memakainya," ucap Vera saat konferensi press preview 'Merajut Nusantara' di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Jumat (14/7)

Untuk pertama kalinya, pemilik label Vera Kebaya tersebut pertama kalinya akan menghadirkan kebaya dari Papua. Ia telah mempersiapkan satu koleksi kebaya dengan mengambil motif dan warna dari daerah timur Indonesia tersebut. Jika kebaya pada umumnya memiliki bahan brokat dan lase, khusus untuk kebaya Papua ia memakai bahan anyaman dan rumbai dengan potongan tanpa lengan.

Kebaya tersebut sedianya akan dibuat dengan model layering (berlapis) penuh lengkap dengan hiasan drappery dan jerami pada bagian tubuh. Mempercantik kebaya tersebut juga turut diaplikasikan motif raffles dan perhiasan dari bulu-bulu dan kalung asli buatan Papua.

"Saya rasa untuk momen pernikahan, calon pengantin bisa tampil cantik dengan kebaya ini. Bedanya kita kasih material dari bahan yang lebih halus lengkap dengan ornamen Papua. Kali ini kita mengambil motif dan warna alam dari Papua seperti merah, hitam dan abu abu," ungkapnya.

Selain itu, kebaya tersebut juga akan dilengkapi dengan aksesoris dari biji-bijian dan hiasan kepala bulu-bulu. Diakuinya ia telah merancang busana tersebut hingga satu setengah bulan dengan pengerjaan tangan.

Selain kebaya Papua, dalam fashion itu juga turut dihadirkan pula 39 kebaya dari daerah lain yang akan terbagi dalam 3 sesi. Pertama sesi Bukit Barisan yang menampilkan kebaya Sumatera yang terdiri dari daerah Padang, Bangka, hingga Lampung. Kedua Khatulistiwa yang akan menghadirkan kebaya Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan Papua. Terakhir Jawadhipa yakni kebaya Jawa dan Bali.

Fashion tersebut sedianya akan digelar pada tanggal tanggal 15 Agustus 2018 di Hotel Rafless Jakarta, sebagai hadiah hari ulang tahun kemerdekaan RI.

(fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up