JawaPos Radar

Pukau New York Fashion Week Dengan Kain Kalimantan, Ini Kata Desainer

14/02/2018, 07:10 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Pukau New York Fashion Week Dengan Kain Kalimantan, Ini Kata Desainer
Vivi Zubedi saat menunjukkan koleksi Urang Banua di New York Fashion Week, Minggu (11/2). (Dok. Vivi Zubedi)
Share this image

JawaPos.com - Desainer Vivi Zubedi kembali menjajal panggung internasional. Dia baru saja memamerkan busana buatannya di ajang New York Fashion Week (NYFW) 2018 yang digelar di New York, akhir pekan lalu.

Menariknya, kesempatan berada di pagelaran kelas dunia itu dijadikan Vivi untuk mewujudkan impiannya. Dia telah lama ingin membawa kain sasirangan dan tenun pagatan untuk dikenal di dunia internasional. Dan akhir pekan lalu jenis kain tradisi asal Kalimantan pun terlihat dalam busana abaya yang kekinian di NYFW.

Dengan kedua jenis kain tersebut, Vivi menciptakan 34 koleksi modest wear dan hijab. Koleksinya diperagakan oleh 24 model profesional dan disaksikan 500 tamu, termasuk Miss Universe Demi-Leigh Nil Peters. Pengunjung yang hadir memenuhi gedung Industri di Downtown Manhattan itu lantas dibuat kagum oleh keindahan koleksi bertema Urang Banua, rancangan terbaru Vivi Zubedi. 

koleksi Vivi Zubedi 'Urang Banua' di New York Fashion Week 2018. (Fashion Feed/YouTube)

"Saya tentu berharap bisa mendapatkan buyer sehingga nantinya bisa membantu perekonomian para pengrajin di Banua Borneo,” kata Vivi Zubedi lewat keterangannya kepada JawaPos.com, Selasa (13/2).

Wanita berhijab ini menambahkan, dirinya berharap kehadirannya di NYFW membuat kain sasirangan dan pagatan semakin dikenal. Tujuannya agar para pengrajin kain di daerah bisa terbantu kesejahteraannya.

"Keadaan ekonomi seperti itu terus berlangsung, saya khawatir kelak warisan budaya kita sedikit demi sedikit akan punah. Logikanya, untuk apa bertahan pada hal-hal yang tidak memberikan kesejahteraan hidup? Pasti akan berpalinglah dari sana," jelasnya.

Menurut Vivi, kain pasirangan dan tenun pagatan memiliki keunikan tersendiri. Namun sayang, kain dari Kalimantan itu belum dikenal banyak pihak. Oleh sebab itu, kehadirannya di ajang NYFW diharapkan mampu juga mengajak masyarakat untuk cinta dengan kain Borneo. 

"Jika mata dunia bisa menerima karya ini, kenapa mata nasional tidak bisa? Ini kan sebuah kebangaan untuk kita sebagai bangsa Indonesia,” tutupnya.

(ded/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up