JawaPos Radar

E-board yang Keren dan Ramah Lingkungan, Bisa Melaju 40 Km Per Jam

11/09/2018, 15:24 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
E-board yang Keren dan Ramah Lingkungan, Bisa Melaju 40 Km Per Jam
Komunitas E-board Jakarta saat berlatih dan berkumpul di CFD FX Sudirman. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
Share this image

Pernah berpikir bisa melayang dan menembus kemacetan ibu kota? Kemudian, kita melambaikan tangan seolah mengejek para pengendara yang terjebak kemacetan? Nah, dengan menggunakan electronic board (e-board), hal itu bisa diwujudkan.

–––

MACET. Teman setianya adalah bunyi klakson bersahut-sahutan dari pengendara yang tak sabar menghadapi kemacetan. Tet, tet, tet. Bising. Belum lagi hantaman polusi udara yang dicampur teriknya matahari. Suasana jalanan ibu kota makin riuh. 

’’Kalau pakai e-board yang dijalankan dengan sistem baterai, tinggal wengg di trotoar. Bebas hambatan. Paling kita harus berbagi jalan dengan pedestrian,’’ ujar salah seorang pendiri E-board Jakarta Arieb Ardhian kepada Jawa Pos.

Wireless electrical skateboard (e-board) tengah menunjukkan tampangnya. Namun, jangan keburu pengin beli. Harganya bisa melebihi satu motor matik. ’’Range harga Rp 5 juta–Rp 30 juta sekian juga ada,’’ kata Arieb. Bisa dibayangkan jika Anda membeli satu e-board dengan harga Rp 30 juta? Anda bisa membayar uang muka untuk satu mobil, hehehe. Ya, mobil standar, bukan Alphard.

Menurut dia, di luar Indonesia, e-board menjadi alat transportasi yang jamak. Cukup berdiri di atas papan. Kita mengontrol laju e-board di tangan, uwesss, meluncur deh. 

Menjaga keseimbangan menjadi tantangan ketika menggunakan e-board. Memang itu terlihat mudah. Namun, jika belum bisa menjaga keseimbangan, kita sulit berdiri di atas e-board. ’’Kalau baterai e-board habis, kita pakai kaki untuk menjalankan e-board,’’ ucap Arieb. 

Kecepatan e-board bergantung kapasitas baterai. Dia menjelaskan, jenis baterai pada e-board bermacam-macam. Baterai juga bisa diganti-ganti. ’’Dari 2.200 mAh sampai terserah bisa 20 ribuan juga. Tidak ada batasan penggunaan baterai, yang penting voltase,’’ paparnya.

Arieb memakai e-board sejak 2016. Dia menggunakan untuk mobilitas ke kantor. ’’Kalau dipakai ke kantor setahunan ini,’’ tambahnya. Jika daya baterai e-board habis, dia tidak jarang menggowes e-board. ’’Lumayan juga kalau digowes pakai kaki,’’ ujarnya lalu tertawa. 

Baterai akan meraung ketika daya mulai melemah. Selain itu, lampu indikator pada remote padam satu per satu. Tiap remote e-board memiliki jumlah lampu indikator yang berbeda. Mulai empat hingga lima indikator. 

Remote dan e-board menjadi satu bagian. Keduanya tak bisa dipisahkan. Laju dan mundurnya e-board ditentukan kendali kita melalui remote. ’’Di remote, ada pengatur kecepatan, low mode paling tinggi 10 km/jam. Lalu medium 20 km/jam dan full speed 40 km/jam,’’ ungkapnya.

Selama pemakaian, Arieb jarang menapaki trotoar. Kuncinya, kata dia, keseimbangan. Tubuh harus seimbang. Jika tidak seimbang, tamat sudah. Menurut dia, tubuh pengguna e-board yang berukuran jumbo tidak masalah. Tak perlu khawatir e-board patah. ’’Bahan papan ini lentur. Yang e-board mini maksimal 80 kg, lalu yang e-board standar 120–130 kg,’’ tuturnya.

Tak Perlu Ganti Oli, Bebas Pajak Tahunan

PERAWATAN wireless electrical skateboard (eboard) terbilang simpel. Tak perlu ganti oli, tak perlu isi bensin. Yang penting, jaga papan eboard dan roda. Jangan sampai tergores atau menabrak batu.

Zachrinal, salah seorang pengguna eboard, menyebutkan bahwa dirinya enjoy selama memakainya. Sekalian untuk melatih menjaga keseimbangan tubuh. ’’Keawetan eboard bergantung pada pemakai,’’ katanya.

Dia menjadi pengguna eboard sejak 2016. Hingga kini, Zachrinal tidak pernah menemukan masalah pada eboard-nya. Termasuk baterai.

Yang penting, kata Zachrinal, pemakaiannya tidak kasar. Benar-benar harus caring. ’’Lebih gentle lah sama barang. Harganya kan lumayan. Kalau pakai ini barang, ya harus lihat kondisi jalan juga. Jangan sembarangan,’’ terangnya.

Nah, jika dibandingkan dengan motor, menurut Zachrinal, perawatannya jauh berbeda. Motor cenderung membutuhkan maintenance yang berat. Misalnya, ganti oli serta cek rem dan mesin.

Lain lagi eboard. Zachrinal mengungkapkan, tidak ada perawatan yang rumit. Pemakai cukup tahu kondisi baterai dan tidak sembrono saat melaju di atas eboard. ’’Motor kan ada pajak, parkir juga. Kalau eboard, macet bisa lewat trotoar. Tapi, ya jangan ugal-ugalan juga,’’ tuturnya.

Nah, bila bosan dengan papan eboard (dek), Anda bisa mempercantiknya lho. Ganti dengan motif yang sesuai karakter kita. Selain dek, Anda bisa memodifikasi bagian lain pada eboard. Salah satunya, roda. Beberapa jenis roda dijual bebas.

Menurut Zachrinal, pengguna harus bijak saat melaju di atas eboard. Kontrol laju kecepatan eboard. ’’Kalau bisa, pilih area yang tidak terlalu ramai. Dan, biasanya ada kan lajur untuk sepeda, warna hijau. Coba di lajur itu,’’ jelasnya.

Sementara itu, kompetisi racing untuk eboard di luar Indonesia sudah tumbuh subur. Di Indonesia, kompetisi itu belum ada. ’’Cepet-cepetan di velodrom gitu venue-nya. Lalu, ada juga kategori daya baterai eboard. Siapa yang paling lama bertahan,’’ jelas Zachrinal.

E-board yang Keren dan Ramah Lingkungan, Bisa Melaju 40 Km Per Jam
Komunitas E-board Jakarta saat berlatih dan berkumpul di CFD FX Sudirman. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

Menyenangkan dan Menyehatkan

WIRELESS electric board (eboard) memang dilengkapi motor listrik yang mampu membuatnya melaju. Namun, itu tak berarti orang yang memainkannya bebas dari aktivitas fisik. Mereka tetap harus menyeimbangkan diri ketika bermanuver, berjalan saat melaju di jalan yang tidak memungkinkan.

Ketika baterai habis, mereka tetap harus mengayuh papan mereka seperti skateboard biasa. Namun, justru di situlah letak keseruannya. Selain bikin happy, Anda dapat bonus sehat.

Nah, pergerakan secara aktif tersebut ternyata sangat baik untuk kesehatan daripada hanya duduk bermalas-malasan bermain gadget. Dengan aktif bergerak, Anda juga bisa mengurangi risiko penyakit berbahaya seperti jantung hingga stroke. Kerja jantung akan lebih terpacu saat berolahraga. Dengan begitu, peredaran darah ke seluruh tubuh pun lebih lancar.  

Terus bergerak aktif juga bisa membakar kalori dalam tubuh, lho. Sebagaimana diketahui, kalori berlebih bila tidak dilepaskan secara maksimal akan menjadi lemak. Lemak memang dapat dimanfaatkan untuk cadangan makanan, tetapi kalau berlebihan tentu juga tak baik. Hal itu justru bisa bikin berat badan naik dan obesitas.

”Yang namanya aktif bergerak, apa pun jenis kegiatannya, pasti ada kalori yang dibakar,” tutur anggota Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) Dinda Utami kemarin (6/9).

Berapa besarannya? Bergantung masing-masing individu. Bergantung umur, berat badan, jenis kelamin, dan komposisi tubuhnya. Tak terkecuali jenis olahraga yang dilakukan. ”Semakin bagus metabolisme seseorang, semakin optimal pembakaran kalorinya,” ujar founder @bugaryuk tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dinda turut meluruskan anggapan bahwa main skateboard tak memiliki manfaat bagi tubuh. Menurut dia, banyak yang dilatih dalam olahraga tersebut. Mulai keseimbangan, kekuatan kaki, hingga fokus. Hal itu baik bagi kesehatan tubuh. ”Jadi, kalau ada yang bilang dapat capeknya doang, sehatnya enggak dapat tentu kurang tepat ya,” tegasnya.

Selain terus bergerak dan olahraga, faktor makanan sangat memengaruhi kesehatan tubuh, lho. Hindari makanan-makanan tinggi gula dan lemak jahat ya. Perbanyak sayuran dan buah-buahan. Ayo hidup sehat. Mulai besok, berangkat kerja pakai eboard ya.

(sam/mia/co1/nar)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up