JawaPos Radar

Cara ELEMWE Usung Batik Betawi Bergeliat di Tengah Lesunya Daya Beli

11/09/2018, 18:04 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
ELEMWE, batik betawi,
Koleksi batik Betawi karya ELEMWE dalam peluncuran platform online belanjaukm.com. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Minat masyarakat untuk berbelanja produk fashion di tengah lesunya daya beli masih cukup baik. Kuncinya adalah keunikan dan kreativitas. Sehingga karya para desainer tetap ada di hati pecinta fashion. Apalagi di tengah kondisi saat ini di mana kurs Dolar sedang menekan Rupiah.

Hal itu diungkapkan Pemilik dan sekaligus Desainer Label ELEMWE, Lily Mariasari saat menjadi narasunber dalam peluncuran platform online belanjaukm.com. Ajang tersebut dihadiri oleh pelopor program OK Oce Sandiaga Uno.

Menurut Lily, ELEMWE selalu konsisten dalam mengusung ciri khas produknya berupa kain Betawi. Sehingga masyarakat akan lebih mudah mengetahui di mana bisa berbelanja koleksi busana Betawi dengan ciri khas ELEMWE yang menunjukkan warna alam. Hal itu berbeda dengan budaya Betawi pada umumnya yang seringkali menampilkan gaya busana dengan warna mencolok.

"Batik Betawi sudah menjadi ciri kami. Saya tekankan setiap usaha harus memiliki visi dan misi dulu. Tekun menjalankan visi dan misi itu lalu harus membuka diri. Miliki networking sinergi sesama UKM. Wajib kreatif dan punya keunikan," kata Lily di Ancol Beach City, Selasa (11/9).

Menurut Lily, label ELEMWE yang sudah berjalan lebih dari 3 tahun itu kini tetap berkibar mengambil hati para penggemarnya. Bahkan Break Event Point atau keuntungan sudah dicapai.

"Sekarang kan apa-apa serba mahal ya. Bagaimana kami desainer fashion tetap bisa bersaing dan punya daya jual baik, maka kuncinya adalah konsisten," katanya.

Awalnya, Lily menggarap batik dari kota asalnya yaitu Cirebon. Namun ketika dia diberikan saran oleh Wali Kota Jakarta Timur, Lily merasa terpanggil untuk melestarikan batik Betawi. Sebab saat itu, belum banyak masyarakat mengenal jika Betawi juga punya batik.

"Saya coba konsisten promosikan batik Betawi. Saat itu kan corak batik Betawi belum banyak yang tahu. Padahal banyak yang unik seperti ondel-ondel, Monas, buah salak, bajaj, kerak telor. Lalu dengan sentuhan kami membuat batik Betawi lebih elegan dan bergengsi bagi pemakainya," kata Lily.

Untuk berkreasi dengan pola, Lily juga sempat membina para perajin batik Betawi langsung dari masyarakat lokal untuk membantunya. Sehingga Lily tak pernah kehabisan ide untuk membuat pola.

"Intinya setiap karya fashion harus punya karakter dan pintar cari peluang. Para desainer atau label yang ingin bertahan juga harus ekspor, jangan impor. Ekspor bisa memperkenalkan produk lokal ke mancanegara," tegasnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up