JawaPos Radar

Kenalkan Warisan Dunia, Pagelaran Batik Digelar di Unesco Perancis

11/05/2018, 07:30 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Kenalkan Warisan Dunia, Pagelaran Batik Digelar di Unesco Perancis
Konferensi Press 'Batik For The World' di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Selasa (8/5). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Sebagai salah satu warisan budaya bangsa, batik telah bertransformasi ke dalam berbagai motif yang modern. Semenjak batik diresmikan oleh Unesco sebagai kain peradaban yang memiliki nilai historis, sudah selayaknya menjadi salah satu identitas andalan Indonesia di kancah dunia.

Hal ini mendorong desainer Oscar Lawalata berinisiatif menggelar sebuah kegiatan untuk mengangkat kembali kekayaan, perkembangan, dan sejarah Batik Indonesia. Tentunya dengan menghubungkannya kepada pengrajin batik dan seni fashion masa kini.

“Saya menggagas dan mengajak beragam pihak, baik dari pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama menunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki batik sebagai ciri khas yang kuat dan berlangsung selama ratusan tahun. Dukungan dan pembinaan pembatik tradisional penting untuk dilakukan agar esensi batik yang sesungguhnya tidak menyurut,” ujar Oscar Lawalata pada keterangan pers, Jumat (11/5).

Oscar bersama delegasi Republik Indonesia untuk Unesco dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation, Rumah Kreatif BUMN, dan Bank Mandiri akan menggelar acara 'Batik For The World'. Bertempat di kantor pusat Unesco, Paris, Perancis, pameran ini akan berlangsung pada 6-12 Juni 2018.

Ada 100 kain batik Indonesia yang dikurasikan bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI), Rumah Pesona Kain, dan Oscar Lawalata Culture. Di area ini akan menampilkan keragaman kekuatan motif batik-batik lawas yang khas hingga motif batik yang telah dikemas secara modern. Serangkaian kegiatan lain yang dapat dijumpai pengunjung antara lain demo proses pembuatan kain batik hingga talkshow mengenai industri batik Indonesia dan perkembangannya.

Tak hanya Oscar, dua desainer kenamaan Indonesia yakni Edward Hutabarat dan Denny Wirawan. juga turut serta. Nantinya, kolaborasi pagelaran akan menampilkan busana 24 koleksi karya ketiga desainer yang mengangkat batik sebagai tema masing-masing koleksi.

“Pemberdayaan batik ini tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri karena hasilnya tidak akan maksimal. Diharapkan, hal ini mampu menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kehidupan pembatik serta membuka lapangan kerja pada masyarakat Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

(fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up