Indonesia Fashion Week 2017

Mengenal Ragam Kain Sulam Sumatera Barat

03/02/2017, 14:36 WIB | Editor: Ilham Safutra
Salah satu Kain Sulam dari Sumbar yang ditampilkan Indonesia Fashion Week 2017 (Dok. Humas Indonesia Fashion Week 2017)
Share this image

JawaPos.com - Provinsi Sumatera Barat memiliki berbagai jenis kain tradisional. Baik itu songket, sulam dan terawang. Kain sulam yang menjadi kebanggan ranah Minang ini ditampilkan dalam koleksi peragaan busana Indonesia Fashion Week 2017 yang bertema Celebrations of Culture.

Sumatera Barat memiliki lebih dari 70 jenis sulam. Salah satu yang paling banyak peminatnya yaitu sulam terawang. Kain sulam yang paling banyak dipakai di acara formal dan kebudayaan.

“Di ajang IFW 2017 ini kami menonjolkan sulam. Ada dua jenis dari beberapa koleksi kain sulam yang ditampilkan. Karena kami punya jenis sulam banyak sekali,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Sumatera Barat Nevi Zuairina Prayitno, Jumat (3/2).

Istri Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ini menyebutkan para perajin memiliki berbagai aplikasi sulam, seperti sulam benang emas, sulam pita, sulam bayang, sulam timbul, sulam terawang.  Khusus untuk sulam kalengkang merupakan sulam yang hanya dibuat pada musim hujan. “Sulam kalengkang enggak bisa dibuat saat musim panas. Karena memang bahannya hanya bisa lentur dilaksanakan di musim hujan,” jelasnya.

Kemudian ada pula jenis kain sulam dengan motif tusuk seperti tusuk pipih dan tusuk batang. Dijelaskan Nevi, selama ini sulam hanya digunakan untuk pakaian formal. Lewat ajang IFW 2017, kain sulam dipamerkan dengan sentuhan busana syar'i.

“Sulam semula digunakan hanya dalam kegiatan formal dengan baju kurung, kini sulam digunakan dalam baju syar’i. Sekarang sedang ngetren baju syar’i,” ungkapnya.

Kelebihan sulam Sumatera Barat, lanjutnya, adalah pembuatannya dengan buatan tangan (handmade). Sedangkan untuk warna, nuansa warna kain khas Sumatera Barat umumnya warna mencolok seperti kuning, hijau, hitam, dan merah. "Kami menawarkan warna yang berbeda di IFW 2017 yaitu warna-warna lembut," ungkapnya.

Nevi menjelaskan mengerjakan kain sulam butuh ketekunan karena membutuhkan waktu yang lama. "Mengerjakan sulam cukup lama, kalau tak fokus bisa selesai 4 bulan, kalau fokus bisa sebulan,” ungkapnya. (cr1/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi