JawaPos Radar

Membatik Ternyata Tak Sulit Lho! Nih 7 Tahapannya

02/10/2017, 08:42 WIB | Editor: Imam Solehudin
Hari Batik Nasional
Sejumlah peserta workshop tengah diajari cara membatik di Hotel Aston Marina (Marieska Virdhani/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com – Batik tak sekedar sebagai hasil karya semata. Lebih dari itu, batik adalah identitas sekaligus bagian dari jati diri bangsa Indonesia.

Maka dari itu, mencinta kain nusantara ini menjadi sebuah keniscayaan. Nah, untuk lebih mendalami proses pembuatan batik, tak ada salahnya mencoba turun langsung alias praktik membatik.

Sebagai pemula, tentu tak mudah. Karena proses membatik membutuhkan keuletan dan ketekunan.

Pengajar Teknik Membatik dari Museum Tekstil, Sugeng Riadi mengungkapkan bakat juga mempengaruhi seseorang untuk mempelajari teknik membatik. Sama seperti melukis, jika seseorang memiliki bakat maka akan menjadi lebih bagus.

“Saya mempelajari batik selama 14 tahun. Kalau masyarakat yang belajar di museum tergantung dari niatnya. Ada yang ingin produksi buka usaha atau hobi. Maka kami juga membuka kelas intensif,” katanya dalam Workshop Membatik di Hotel Aston Marina, Minggu (1/10).

Sugeng menyebut batik adalah ilmu terapan sehingga tak perlu banyak teori tetapi bisa langsung praktik. Keterampilan menggunakan canting dan menggoreskannya di atas kain juga tergantung pada bakat seni.

“Tentu akan dipengaruhi oleh bakat. Goresannya akan lebih bagus kalau bakat. Setiap orang akan berbeda hasilnya. Batik tulis akan terihat detailnya agak lebih berbeda antara tiap motifnya, karena goresannya juga berbeda,” jelasnya.

Ada beberapa tahapan bagi pemula untuk belajar membatik. Bagi masyarakat yang penasaran, bisa mengunjungi museum tekstil untuk mendapat bimbingan. Berikut tahapannya:

Siapkan Peralatan

Salah satunya kain mori yang sudah dipola dan akan dibatik atau ditata. Saat hendak membatik, posisi kain harus berdiri, jangan ditidurkan. Hal itu akan mempengaruhi setiap goresan.

Panaskan Malam atau Lilin

Menurut Sugeng, malam atau lilin pada teknik batik itu berfungsi sebagai perintang warna. Perintang artinya tak masuk warna. Setelah dikasih lilin maka kain akan melewati proses pewarnaan. Lilin harus sering diganti agar tak beku.

Teknik Memegang Canting

Setelah siap, masukkan cairan lilin ke dalam canting. Pegang gagang canting dengan tiga jari. Posisinya 45 derajat. Jangan memegang canting dengan tegak karena nanti akan membuat lilin meluber dan mengotori kain.

Mulai Membatik

Batiklah kain dengan perlahan. Kelingking ditempelkan ke kain agar goresan lebih stabil. Ujung canting juga jangan ditekan, tetapi cukup di permukaan saja.

Bagian Belakang

Ternyata tak hanya bagian depan kain saja, bagian belakang kain pun perlu dibatik. Goresan hanya tinggal menebalkan tembusan goresan dari bagian depan.

Pewarnaan

Setelah selesai, lalu lakukan pewarnaan. Jika ingin menunggu esok, maka lipat kain dengan benar agar lilin yang sudah dituangkan dalam kain tak menimbulkan patahan. Lakukan pewarnaan sesuai warna yang diinginkan.

Pelorotan

Setelah diberi warna, lilin pada kain akan dilorot, atau pelorotan. Direbus dengan air mendidih, maka lilin akan meleleh.

Kain yang diberi lilin akan bewarna putih tergantung mengikuti motifnya. Kemudian bilas menggunakan air bersih, lalu dijemur di tempat yang teduh

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up