JawaPos Radar

Bangga Pakai Batik Kontemporer, Tak Cuma Acara Formal

02/10/2017, 15:29 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Bangga Pakai Batik Kontemporer, Tak Cuma Acara Formal
Batik Kontemporer di Pasaraya Blok M (Rieska/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bulan lalu, pengunjung Pasaraya Blok M dihebohkan dengan aksi borong besar-besaran terkait penutupan gerai Matahari. Pasaraya memastikan diri akan tetap eksis setelah 43 tahun berdiri. Bahkan hari ini di Hari Batik Nasional, Pasaraya mempersembahkan Tribute to Batik kepada masyarakat dengan meriah. Batik yang diperkenalkan adalah batik kontemporer.

Batik yang diusung kali ini bertema kontemporer karya desainer Agnes Budi Surya. Berbagai pagelaran busana batik yang ditampilkan begitu menarik dengan warna-warna kontemporer di atas kain organza dan katun.

"Selama ini dukungan kami terhadap batik luar biasa. Kami menyediakan gerai 5 ribu meter sebagai penghargaan bagi batik tulis ataupun batik cap," kata CEO Pasaraya Blok M Medina Latief di lokasi, Senin (2/10).

Tribute to Batik digelar sebagai agenda tahunan. Tahun ini, pengunjung bisa menjumpai kemeriahan haru batik pada 2-8 Oktober 2017. Dari mulai bazar batik kontemporer dan bazar makanan serta aneka lomba batik, pagelaran busana, dan acara musik.

"Pesanan batik di Pasaraya begitu tinggi. Motif kontemporer menjadi salah satu jenis paling diminati dalam beberapa bulan terakhir," jelas Medina.

Batik kontemporer adalah modifikasi dari motif batik yang telah ada. Kemudian digabungkan seperti motif parang dan klithik atau improvisasi dari motif sekar jagad. Biasanya motif tersebut diterapkan pada busana batik dengan model yang agak rumit.

"Namun kini batik kontemporer lebih fleksibel mengikuti keinginan masyarakat," kata Medina.

Rancangan dari motif batik kontemporer didorong oleh tingginya permintaan pemakai batik yang berorientasi pada tren baru. Kini berbagai kalangan, tidak lagi menganggap batik sebagai sandang yang hanya dipakai pada saat acara formal. Peminatnya semakin banyak karena batik kontemporer juga mulai diminati untuk fesyen informal. Mulaii dari motif untuk tas, baju kasual, topi, dan sepatu atau sandal.

"Harapan kami dengan kegiatan ini semakin mengangkat kecintaan masyarakat terhadap batik dan karya anak bangsa," tutup Medina.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up