Jangan Asal Ikuti Tren Tanam Benang, Begini Saran Dokter

02/09/2018, 07:55 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Ilustrasi tanam benang agar benang tak kendur. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Tanam benang merupakan salah satu inovasi perawatan kecantikan untuk mengencangkan kulit yang kendur dan menghilangkan keriput. Tidak seperti operasi plastik, meremajakan kulit dengan tanam benang tidak membutuhkan banyak tindakan pada jaringan kulit 

Lantas, apa saja yang perlu diketahui sebelum melakukan perawatan tanam benang?

Menurut dr. Irene Sakura Rini, SpBP (K) selaku wakil ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) mengatakan sebelum mengambil tindakan perawatan tanam benang, sebaiknya ketahui terlebih dahulu latar belakang dokter. Dalam arti, dokter atau tenaga medis telah mengantongi sertifikasi spesialis bedah plastik rekonstruksi estetik.

"Kalo ingin melakukan tindakan ini, usahakan banyak baca. Ketahui tentang dokter spesialis, mulai dari tulisan dokternya, seringkah dia bicara di masyarakat, tempat praktiknya jelas. Kalo ada papan IDI, dia pasti dokter," ujar dr. Irene usai ditemui dalam sebuah acara di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (30/8).

Ketelitian akan kapasitas tenaga ahli harus dilakukan mengingat sejauh ini marak praktek di salon kecantikan yang tidak mengantongi sertifikat dan kompetensi. Daftar dokter spesialis bedah plastik tersebut dapat pula diakses melalui website PERAPI.

Setelah mendapatkan rekomendasi dokter, dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu. Umumnya pasien akan diberikan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Sebab secara anatomi prosedur tanam benang hanya dapat dilakukan untuk tujuan mengencangkan kulit yang kendur karena faktor usia.

"Banyak yang salah kaprah. Tanam benang dari segi ilmu bedah plastik, benang yang kita pakai pada dasarnya mirip dengan benang jahit yang biasa dipake kalo luka. Cuma ditambah beberapa zat untuk menambah elastisitas. Jadi kalo dibelokin gampang belok. Benang biasa ngga bisa," tegasnya.

Adapun ukuran benang yang bisa digunakan maksimal harus memiliki panjang 12 hingga 20 cm. Jumlah tersebut sudah tergolong ideal pasalnya wajah perlu diberi tempat untuk bernafas.

Sejauh ini menurut dr. Irene, sebagian besar pasien selalu datang dengan berbagai keluhan yang beragam. Diantaranya wajah yang kusam, kulit mulai turun, hingga terjadi bopeng atau luka. Sehingga mereka ingin kulit wajahnya menjadi sedikit naik dan kencang.

(fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi