JawaPos Radar

Bawa Semangat Kartini Hingga ke Jerman, Ini yang Dilakukan Lola Amaria

30/04/2018, 13:04 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Bawa Semangat Kartini Hingga ke Jerman, Ini yang Dilakukan Lola Amaria
Lola Amaria di acara Pemutaran Film dan Rangkaian Diskusi Dalam Semangat Kartini di Hannover, Jerman. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Menyebarkan semangat juang Raden Ayu Kartini ternyata tak hanya terjadi di dalam negeri. Sutradara dan produser muda, Lola Amaria mendapat kehormatan di acara Pemutaran Film dan rangkaian diskusi 'Dalam Semangat Kartini' di Hannover, Jerman akhir pekan kemaren.

Dia didaulat menjadi salah satu pembicara yang diundang oleh pihak penyelenggara Bildung Und Gesundheit fur Indonesien e.V sebuah kembaga non provit yang bergerak di bidang pendidikan masyarakat dan kesehatan untuk Indonesia. Kegiatan tersebut juga didukung oleh KED, BINGO Umweltstiftung Niedersachsen, dan Kino in Kunstlerhaus Hannover.

Hari pertama kunjungannya di Hannover, Lola memutar filmnya yang berjudul 'Kisah 3 Titik' dan 'Labuan Hati'. Film itu sengaja dipilih karena memang bercerita tentang tenaga kerja wanita dan juga perempuan di Indonesia. Usai pemutaran film, dilanjutkan dengan diskusi oleh para peserta.

Pada hari kedua, Lola kembali mempertontonkan filmnya. Namun kali ini, bertempat di Gemeindehaus der Mordstadter Kirrchengemeinde. Acara juga diiai diskusi oleh peserta dengan moderator Aryani Williems.

"Ini agenda sudah setahun yang lalu direncanakannya dan baru sekarang bisa terlaksana. Sebuah kehormatan dan kebanggaan dua film saya bisa dihadirkan, ditonton dan kita diskusi tentang perempuan di Indonesia, karena ini berkaitan dengan Hari Kartini,” kata Lola Amaria lewat keterangannya kepada JawaPos.com, Senin (30/4).

Menurutnya, pemutaran film tersebut mendapat apresiasi baik dari pengunjung. Apalagi film 'Kisah 3 Titik' dan 'Labuan Hati' punya nilai yang kuat di dalamnya. Seperti 'Kisah 3 Titik' bercerita tentang tenaga kerja wanita di Indonesia. Di dalamnya digambarkan seutuhnya tentang hak-hak pekerja wanita, terutama tentang kesejahtraan, kesehatan dan juga hal-hal lainnya.

"Sedangkan Labuan Hati, di situ menggambarkan kehidupan wanita Indonesia yang sangat kompleks dari berbagai sudut pandang. Bagaimana perempuan Indonesia itu mandiri dan berusaha mengatasi semua persoalannya seorang diri,” jelasnya.

Lola menambahkan, tujuan acara tersebut tidak lain adalah untuk mengekspose sekaligus mendiskusikan realita kehidupan dan perjuangan perempuan di Indonesia. Salah satu bentuk diskusi tersebut, dibungkus dalam bentuk 'Woman Circle'

"Dalam diskusi ini kami tawarkan agar perempuan mancanegara di Hannover dan sekitarnya bisa saling menguatkan (Woman Empowerment) satu dengan yang lainnya. Saya mencoba untuk share pengalaman sebagai perempuan Indonesia yang berdikari. Lewat kedua film itulah (Kisah 3 Titik dan Labuan Hati), saya tuangnya cerita yang lebih luas tentang perempuan Indonesia berdasarkan versi saya,” ungkap Lola.

Dengan banyaknya peserta terutama dari mahasiswa di Hannover, perempuan Indonesia dan juga perempuan international yang berada di sana, Lola mengaku senang bisa terlibat di sana. Dia berharap pemutaran film serta diskusi seperti ini bisa terus berlangsung.

(ded/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up