alexametrics
Muda Menginspirasi

Penyelamat Gajah dari Panggung Musik

28 Oktober 2017, 06:34:12 WIB

JawaPos.com – Di ranah musik nama Tulus sudah begitu akrab. Kepiawaiannya dalam olah vokal sudah tidak diragukan lagi. Namun di balik itu, ada hal lain yang cukup menarik dilihat dari sosok Tulus, dia juga mempunyai jiwa sosial yang patut dibanggakan. Anak muda ini sangat peduli pada pelestarian hewan, khususnya gajah.

Ceritanya begini, pada malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2015, Tulus mendapat penghargaan untuk Karya Album Terbaik lewat albumnya berjudul Gajah. Pada waktu bersamaan, pria asal Bukittinggi itu justru mendengar kabar soal Yongki, gajah yang membantunya dalam video klip ternyata mati.

Nahasnya lagi, hewan jantan itu tewas karena dibunuh dan diambil gadingnya. Berita duka itu lantas membuatnya sangat sedih. Tak ingin nasib serupa dialami gajah lainnya, Tulus berinisiatif untuk bekerjasama dengan organisasi WWF Indonesia. Sebagai kontribusinya, pelantun Tukar Jiwa itu membentuk kampanye #JanganBunuhGajah pada 2016 untuk menjaga konservasi gajah.

Sumpah Pemuda, Muda Menginspirasi, Pemuda Zaman Now
Sumpah Pemuda 2017 (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Tidak berhenti di situ, Tulus kembali melanjutkan niat mulianya pada tahun ini. Kali ini dia mengembangkan kampanyenya menjadi #TemanGajah. Di sini dia berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjalankannya.

“Saya ingin melakukan sesuatu kontribusi, untuk membantu keberadaan gajah karena Gajah Sumatera lagi kritis,” kata Tulus saat ditemui JawaPos.com di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

“Saya prihatin dengan populasi gajah sekarang. Banyak yang terbunuh dan mati. Padahal menurut saya gajah bukan hama, tapi mereka adalah ikut serta sebagai paru-paru Indonesia,” sambungnya.

Kampanye #TemanGajah masih memiliki fokus yang sama, yakni mengajak masyarakat menjaga populasi gajah. Kegiatan itu menyusul kondisi Gajah Sumatera yang memprihatinkan dan menjadi daftar merah The International Union For Conservation of Nature (IUCN) sebagai spesies kritis. Untuk menyelamatkan gajah tersisa dan memantau keberadaan kelompoknya, WWF Indonesia membutuhkan 20 buah kalung satelit GPS yang dipasang ke 20 kelompok gajah.

Gunanya yakni memantau keberadaan gajah, agar tidak masuk ke kawasan pabrik atau pemukiman yang bisa menimbulkan konflik. Pengadaan kalung GPS itu membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga perlu diadakan penggalangan dana lewat platform digital Kitabisa.

“Dengan adanya ini bisa mengurangi ancaman yang membahayakan gajah. Semoga masyarakat lebih sadar kondisi gajah saat ini dan mari bersama menyelamatkannya,” jelasnya.

“Kampanye lebih besar, target penggalangan dana lewat Kita Bisa mencapai Rp 500 juta untuk membeli 20 kalung tersebut,” sambung Ririe dari Tulus Company.

Kampanye #TemanGajah dimulai pada 19 Oktober 2017 hingga tiga bulan mendatang. Selain penggalangan dana, kegiatan ini juga melibatkan anak sekolah dasar untuk memberikan edukasi sejak dini soal pelestarian lingkungan dan makhluk hidup, khususnya gajah.

Editor : admin

Reporter : (ded/JPC)


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Penyelamat Gajah dari Panggung Musik