alexametrics

Pengacara Vanessa Angel Tuding Sidang Kliennya Berat Sebelah

27 Oktober 2020, 22:50:05 WIB

JawaPos.com – Arjana Bagaskara, pengacara Vanessa Angel, menuding sidang terhadap kliennya berlangsung berat sebelah. Tudingan dilontarkan karena dua orang saksi tidak hadir dalam sidang lanjutan kasus narkoba Vanessa Angel yang berlangsung pada Selasa (27/10).

Kedua saksi yang tidak hadir itu adalah Abdul Malik, mantan pengacara yang sempat memberikan pil Xanax kepada Vanessa Angel pada 2019 dan dr. Maxwadi, dokter dari Rumah Sakit Puri Cinere Depok.

Arjana menilai ketidakhadiran dua saksi itu sangat merugikan kliennya, karena tidak bisa didalami keterangan mereka yang sempat disampaikan kepada penyidik.

“Secara pribadi merugikan, karena kami tidak bisa menanyakan silangan. Selama ini kan dua saksi Pak Abdul Malik dan dokter Maxwadi hanya menjawab apa yang ditanyakan penyidik,” kata Arjana Bagaskara saat ditemui di PN Jakarta Barat Selasa (27/10).

Dengan absennya dua sakti itu, kata Arjana Bagaskara, kebenaran dan fakta dalam persidangan menjadi parsial alias tidak utuh. Kebenaran materil dalam kasus ini disebut Arjana Bagaskara menjadi kabur alias tidak terang benderang.

“Ini berat sebelah pembuktiannya. Ibaratnya main bola dia lima pemain, kita dua pemain akhirnya kebenaran materinya nggak full,” tuturnya.

Arjana Bagaskara berharap kliennya dibebaskan dari segela tuntutan atau divonis tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum karena memiliki 20 pil Xanax. Sebelumnya, Vanessa Angel sudah pernah mengonsumsinya guna menyembuhkan penyakit yang dialaminya. Penggunaan pil Xanax sebelumnya juga berdasar resep dokter.

Sang Pengacara meminta majelis hakim memvonis kliennya, Vanessa Angel, tidak bersalah.

“Kami minta kan tidak terbukti, karena ada dua putusan yang serupa tentang psikotropika. Menegaskan jika ada rekam medis maka secara melawan hukum sebenarnya tidak memenuhi,” katanya.

“Dan terdakwa kan punya rekam medis. Sesuai dengan putusan, kita lihat apakah hakim akan memutus berlainan dengan putusan-putusan sebelumnya atau tidak. Kalau memutus berlainan ya itu jadi preseden buruk di negara ini,” imbuh Arjana Bagaskara.

Baca juga: 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads