alexametrics

Nyaris Jadi Korban Bom Sri Lanka, Penyanyi Shanty Serukan Pesan Damai

23 April 2019, 11:24:16 WIB

JawaPos.com – Penyanyi Shanty Paredes hampir saja menjadi korban pengeboman yang terjadi di Sri Lanka belum lama ini. Pasalnya, penyanyi berusia 40 tahun itu tengah berlibur di Sri Lanka.

Melalui sebuah video singkat di Instagram, Shanty mengaku sedang berlibur di Sri Lanka. Ia pun mengutuk teror bom di delapan tempat berbeda yang telah menewaskan lebih dari 290 orang itu.

“Saya turut berduka sekali atas pengeboman langsung yang terjadi di Sri Lanka, mana saya ada di sini lagi, tapi untung kita jauh letaknya dari pengeboman. Tapi, tetap saja di Paskah ini kok orang tega-teganya tempat seindah ini, orang lagi ibadah terus di bom,” kata Shanty di video Instagram-nya, @shatyparedes.

“Damailah, damai buat semua umat di dunia!,” serunya di akhir video.

Tak sampai di situ, Shanty pun melanjutkan kegelisahan perasaannya di keterangan video. Dia menjelaskan bahwa ia hampir menjadi korban bom jika saja mereka masih tinggal di Colombo.

“Kemarin baru kita ada di Kolombo! Kami sangat beruntung bahwa kami sekarang jauh dari pemboman, tetapi kemarin kami masih di Kolombo dan melewati Shangrilla yang dibom. Tuhan melindungi keluarga kami,” tulis Shanty.

Pelantun Hanya Memuji itu menghardik mereka yang saling bunuh. Padahal, di agama mana pun tak ada perintah seperti itu.

“Ingat saja, kami berbagi planet ini dengan semua ras manusia dan agama. Tidak perlu membenci dan membunuh! Untuk apa? Sama sekali tidak ada gunanya dan tidak berperasaan! Tidak ada benci! Hanya cinta! Perdamaian!,” tulis penyanyi bernama lengkap Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie itu.

“Seluruh hati dan doa saya ditujukan kepada korban pemboman Sri Lanka! Selamat Paskah saudara-saudaraku yang selamat. Damai di bumi ini. Saya yakin, apapun agamamu, pasti bisa membantu perdamaian dan cinta!,” tutupnya.

Sebelumnya, Shanty pun mengunggah beberapa foto saat ia liburan di Sri Lanka. Salah satunya, ketika Shanty menghabiskan waktu di Yala National Park.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : Yuliani



Close Ads