alexametrics

Oknum DPRD Disebut Campuri Kasus Penganiayaan Terkait Nikita Mirzani

21 November 2020, 15:08:01 WIB

JawaPos.com – Budianto Tahapary, kerabat pelaku penganiayaan terhadap mantan manajer Lucinta Luna, Isa Zega, mengatakan ada oknum DPRD berusaha melakukan intervensi kasus hukum yang kini sedang bergulir di kepolisian. Oknum DPRD tersebut meminta agar tidak mengaitkan dengan Nikita Mirzani sebagai dalang di balik kasus penganiayaan.

“Kemarin ada yang intervensi. Medina telepon saya ‘Pak Bud ada intervensi oknum DPRD’. Bilang saya, kita nggak akan mundur, Medina nggak boleh mundur. Kenapa? DPRD tidak ada yang mengatur dalam KUHP. Ini pidana murni,” kata Budianto kepada JawaPos.com.

Kasus ini terbilang unik karena pelaku penganiayaan yaitu Arnold dan Devi kini bersama korban sudah saling memaafkan. Sebaliknya mereka bersatu mengejar pemberi order yang diduga Nikita Mirzani. Budi mengatakan, meski ibu tiga anak itu tidak dilaporkan secara khusus namun pasal penganiayaan yang dilaporkan Isa Zega ke Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, tertanggal 3 November 2020 dinilai dapat menjerat dalangnya.

Budi menegaskan pihaknya akan terus mengejar supaya Nikita Mirzani bisa dijerat dalam kasus ini. Langkah ini diyakini akan dapat meringankan hukuman Arnold dalam putusan pengadilan nanti.

“Ini murni pidana, nggak ada kaitanya sama selebritas. Kalau ada yang mau intervensi ketemu saya, hadapi saya,” tuturnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, dia tidak mau kasus ini dikaitkan dengan permasalahan politik. Dia menyatakan perbuatan tindak pidana yang diduga diotaki Nikita Mirzani murni adalah permasalahan hukum. Terkait hal ini, dia sudah mengungkapkan hal tersebut kepada pengacara Elza Syarief supaya bisa bersikap profesional.

“Sama Bu Elza saya bilang. Bu tolong jangan ini dikaitkan ke politik karena ini murni pidana. Nggak bisa antek-antek setan siapun intervensi, nggak bisa,” paparnya.

Budianto mengatakan dirinya sangat vokal mengaitkan masalah ini kepada Nikita Mirzani, dia pun siap apabila ada laporan balik. Dia mengaku tidak takut apabila dipolisikan karena merasa mengantongi bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum terkait pernyataannya.

“Siap 100 persen saya. Salam hormat sama Nikita saya tunggu (jika mau melaporkan balik). Saya semangat kalau begini. Saya tokoh pemuda Maluku,” tuturnya.

Kejadian ini bermula dari kasus penganiayaan yang dialami mantan manajer Lucinta Luna, Isa Zega, saat tengah berada di sebuah kafe di apartemen Kalibata City pada 3 November 2020. Akibat kejadian tersebut, Isa Zega mengalami luka pada bagian wajah.

Kasus penganiayaan ini lantas berkembang diduga diotaki oleh Nikita Mirzani. Hal itu terungkap setelah salah satu pelakunya buka suara. Devi, salah satu pelaku, mengaku menerima uang sebesar Rp 20 juta untuk memukul Isa Zega. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak yang memberikan order itu adalah Nikita Mirzani.

Dia melakukan aksi penganiayaan bersama Arnold, lelaki 28 tahun yang kini mendekam di dalam tahanan Polsek Pancoran, Jakarta Selatan. Keduanya memiliki peran berbeda. Devi bertugas mendokumentasikan lewat video sementara Arnold menjadi eksekutor. Arnold sendiri langsung ditahan polisi lantaran berhasil diamankan petugas keamanan aparteman tepat di hari kejadian pada 3 November 2020.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads