alexametrics

Cinta Laura Teruskan Perjuangan Kartini Putus Rantai Kemiskinan

21 April 2019, 06:46:20 WIB

JawaPos.com – Menjadi pahlawan perempuan yang konsentrasi tak hanya pada kesetaraan gender tetapi juga pendidikan, membuat RA Kartini menjadi inspirasi banyak perempuan. Termasuk, artis muda berbakat tanah air, Cinta Laura.

“Ibu Kartini adalah Pahlawan perempuan Indonesia di bidang pendidikan untuk anak-anak perempuan yang pada zamannya tidak boleh bersekolah, karena dianggap melanggar kondratnya yang hanya sebagai calon ibu rumah tangga,” ujar Cinta Laura saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (20/4).

Meski tak 100 persen memiliki darah Indonesia, Cinta ternyata juga peduli pada pendidikan anak Indonesia. Melanjutkan perjuangan Kartini, Cinta sempat mengajar Bahasa Inggris di beberapa sekolah milik Yayasan Soekarseno Peduli di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Sayangnya, kegiatan yang dilakukan tanpa bayaran itu tak lagi bisa dilakukan perempuan berdarah campuran Jerman ini. Sebab, aktivitasnya di dunia hiburan tak bisa ditinggalkan.

“Aku pernah mengajar Bahasa Inggris di sekolah-sekolah yang Yayasan keluarga mamiku bangun di Kabupaten Bogor. Dulu aku belum jadi artis, jadi masih punya banyak waktu untuk mengajar. Sekarang aku terlalu sibuk, jadi aku tidak mengajar lagi tapi menyumbang uang untuk gaji-gaji guru dan school maintenance,” papar Cinta.

Cinta Laura bersama anak-anak di Bogor. Sayangnya, ia tak lagi bisa mengajar bahasa Inggris di sana karena kesibukannya. (Istimewa)

Bagi Cinta Laura, pendidikan adalah hal terpenting untuk memajukan Indonesia. Selain itu, dengan pendidikan yang bagus akan membentuk pribadi seseorang yang baik, dan menjadi bekal untuk masa depan. Terpenting, bisa memutus rantai kemiskinan di daerah-daerah terpencil.

Tak hanya sekadar bicara, Cinta pun membuktikannya dengan berhasil meraih dua gelar cum laude dari Universitas Columbia, New York, sekaligus. Ia lulus dari jurusan Psikologi dan Sastra Jerman hanya dalam waktu tiga tahun.

Semakin membanggakan karena gelar cum laude untuk 2 jurusan itu hanya diberikan ke sekitar 20 persen dari lebih dari 1.000 mahasiswa Universitas Columbia yang lulus tahun 2014.

Prestasi Cinta di bidang pendidikan itu, secara tidak langsung membuat perempuan 25 tahun ini menjadi contoh bagi para penggemarnya.

“Bangga dan bersyukur karena banyak fans ku yang jadi fasih berbahasa Inggris. Malah salah satu muridku setelah lulus dari Universitas Indonesia, dapat beasiswa S2 di Jerman,” pungkas Cinta.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : Aginta Kerina Barus

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads