alexametrics

Ngobrol Bareng Pandji Pragiwaksono soal Karir dan Keluarga

Sering Kena Prank Anak
19 Oktober 2019, 12:41:59 WIB

Pandji Pragiwaksono, 40, adalah komika, penyanyi rap, dan penulis buku yang sukses. Namun, bagaimana dia menjalani dua peran penting dalam hidup sebagai suami dan ayah untuk dua buah hatinya?

RIBUAN fans rela antre demi menonton aksi kocaknya dalam stand-up comedy. Pandji selalu punya sejuta cara untuk membuat penonton tertawa dengan ucapannya yang lucu sekaligus kritis. Bakat itu rupanya menurun kepada Wadilla Dipo Wongsoyudo (Dipo) dan Ourania Almashira Wongsoyudo (Shira), kedua anaknya.

Mereka punya cara masing-masing untuk mencuri perhatian sang ayah. ’’Kalau yang cowok (Dipo, Red), sukanya bikin joke. Terlalu lucu sih dia. Kalau yang cewek (Shira, Red), sukanya nge-prank,’’ ucap Pandji kepada Jawa Pos di sela-sela turnya di Surabaya beberapa waktu lalu.

Pernah suatu malam, Pandji pulang ke rumah dan langsung masuk ke kamar. Kebetulan, meski Shira sudah punya kamar sendiri, Pandji dan sang istri masih suka tidur bersamanya. Begitu Pandji membuka pintu kamar, ada boneka bayi perempuan yang mata, telinga, dan hidungnya berdarah.

’’Saya kan jadi ngejerit, ’Hah, siapa ini yang naruh di sini?’. Eh, dari pojokan dia (Shira, Red) cekikikan,’’ ungkapnya. Ternyata, Shira meneteskan pewarna makanan pada wajah boneka tersebut.

Lain cerita ketika aktor film DOA itu mandi saat malam. Tiba-tiba lampu kamar mandi mati. ’’Saya langsung teriak, ’Eh siapa ini?’. Lalu, saya denger dia cekikikan,’’ katanya.

Menurut Pandji, anak-anaknya sering mendapat inspirasi joke dan prank dari YouTube. Pandji memang membebaskan kedua anaknya untuk mengakses internet. ’’Enggak ada blokir-blokiran. Tapi, mereka harus tahu mana yang boleh dan enggak boleh ditonton,’’ jelasnya.

Pandji ternyata juga suka mengajak Dipo bikin cerita film. Cerita karangan bocah 12 tahun itu cukup sederhana. Tentang dua agen. Mirip film laga yang menjadi genre film debut Pandji sebagai sutradara. ’’Awalnya, dia ceritain ke saya. Tapi, saya nggak ngerti,’’ tuturnya.

Pandji pun menyarankan anaknya untuk bikin skenario dan storyboard. ’’Dia langsung ke storyboard-nya dalam bentuk gambar karena malas nulis,’’ ujarnya. Kini, Dipo sudah punya satu buku yang full berisi imajinasi filmnya.

Selain itu, Pandji punya trik jitu untuk tetap berhubungan baik dengan sang istri, Gamila Mustika. Pada 2019 ini, keduanya sudah 13 tahun menikah dan jauh dari kabar miring. ’’Dia dan saya datang dari keluarga yang sama-sama cerai. Pembelajarannya, kadang kalau sudah menikah, kita terlalu sibuk dengan peran sebagai orang tua dan lupa tanggung jawab sebagai pasangan,’’ paparnya.

Tiap pagi Pandji menyempatkan diri untuk mengantar anak-anaknya ke sekolah bersama sang istri. Dilanjutkan dengan nongkrong bareng Gamila. ’’Sekadar ngopi atau sarapan bareng. Sebelum pacaran pun, kami temen yang suka nongkrong,’’ katanya.

Mereka juga sering nonton film berdua. Dipo dan Shira dititipkan kepada babysitter atau neneknya untuk sementara. ’’Hubungan ini mesti dibela,’’ tegas Pandji.

Semua Punya Modal Ngelucu

’’Semua orang itu punya modal ngelucu, hanya enggak semua orang bisa menyampaikannya.’’ Itulah yang dikatakan Pandji ketika ditanya soal modal utama menjadi stand-up comedian sukses seperti dirinya. ’’Sammy (Sammy Notaslimboy, Red), (mantan) ketua komunitas Stand Up Indo, pernah bilang kalau misal ada seseorang umurnya 25 tahun dan ingatan paling dini adalah lima tahun, berarti dia punya 20 tahun pengalaman hidup. Masak enggak ada yang lucu dari 20 tahun itu?’’ ucapnya.

Kuncinya adalah masalah bahasa dan penulisan. Semua formatnya bisa dipelajari. Lalu, hal yang membuat Pandji bisa bertahan di bidang tersebut adalah konsistensinya. ’’Saya selalu bilang ke teman-teman bahwa loe tuh harus cinta stand-up comedy daripada hal-hal yang datang karena stand-up comedy,’’ tegasnya. Misalnya, uang, ketenaran, tawaran bermain film, atau berkarir di industri film.

’’Kalau lebih seneng stand-up dibanding hal-hal itu, kita akan kembali nulis dan terus menghasilkan karya,’’ lanjutnya. Pandji sendiri mengungkapkan kecintaannya terhadap stand-up comedy dengan rajin membuat show. ’’Itu cara saya mencoba relevan dan bisa ada di top of mind orang kalau menjadi stand-up comedian,’’ ujarnya.

Cara itulah yang juga dinilainya memperpanjang umur bidang tersebut di Indonesia. Ketika para senior masih aktif, para komika baru akan terinspirasi. ’’Selama kami masih ngelakuin sesuatu, seharusnya lahir bakat baru dan Indonesia akan selalu menghasilkan hal lucu untuk dibahas,’’ tandasnya.

Pandji Itu…

  • Mengakui dulu sering waspada dalam memilih topik. Tapi, sejak topik kucing menjadi viral karena bikin tersinggung cat lover, dia kini tak ambil pusing. ’’Masak semua mesti diwaspadain? Saya tahu niatnya enggak buruk, jadi ya udah saya bawain aja,’’ katanya.
  • Tidak terlalu tertarik nge-roasting public figure yang ramai dibicarakan. Misalnya, Lucinta Luna dan Atta Halilintar. Pandji mengaku tidak mengenal mereka sehingga susah menggali materi roasting. Namun, jika diberi kesempatan, dia sangat ingin nge-roasting Presiden Joko Widodo.
  • Mengaku mengagumi Andi Wijaya alias Awwe. Sebab, menurut dia, Awwe punya sesuatu yang tidak dimiliknya. ’’Awwe itu level komedinya bisa diterima di atas dan di bawah. Nah, susah menemukan selera komedi yang pas seperti itu,’’ ujarnya.
  • Dalam setahun, ada beberapa hari yang wajib libur. Pas hari ulang tahun Gamalia, ulang tahun Dipo, ulang tahun Shira, weekend setelah ulang tahun Dipo dan Shira, dan tanggal pernikahan. ’’Di situ kami menghabiskan waktu bersama. Tadinya ultah saya juga, tapi saya relain buat dipake kerja aja,’’ katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adn/deb/c18/c22/jan



Close Ads