alexametrics

Pengalaman Pertama Feni Dan Melati JKT48 Nyoblos, Belajar dari YouTube

19 April 2019, 11:38:44 WIB

JawaPos.com – Member grup idola JKT48 Feni Fitriyanti dan Melati Putri Rahel Sesilia mempunyai pengalaman sendiri saat mereka harus mengikutin pemilihan umum (pemilu) pada 17 April lalu. Apalagi, ini kali pertama keduanya menggunakan hak suara.

Saat mendatangi kantor JawaPos.com, Jakarta, Kamis (18/4), Melati sempat merasakan kesulitan saat nyoblos. Lantaran, lembar surat suara yang banyak.

“Kan banyak banget urutannya, untungnya mama aku udah ngasih tahu ini yang ini. Karena aku nanya juga sama mama gimana, berdiskusi,” kata Melati.

Melati JKT48 sempat kesulitan saat nyoblos karena banyaknya lembar suara. Ini pengalaman pertama Melati gunakan hak suaranya. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Bahkan, Melati sempat bingung keberadan alas busa di bilik saat mencoblos. Tetapi, mencontoh sang kakak, ia jadi tahu fungsinya saat memilih.

“Itu kan ada bantalannya kalau mau nyoblos. Awalnya aku nggak ngerti kan, itu ada bantalnya tapi aku nggak pakai. Jadi, pas nyoblos aku pelan-pelan. Tapi, aku bareng sama abang aku, pas abang aku dateng (aku liat) dia pake bantal gitu, terus aku ikutin. Ternyata itu fungsi bantalnya,” ujar Melati.

Berbeda dengan Melati, Feni mengaku belajar mencoblos dari YouTube. Sebab, ia tak mau ada kesalahan di kesempatan pertama menggunakan hak suara.

“Aku karena bingung, aku jadi buka di YouTube bagaimana caranya buat pilih. Jadi, kalau nomernya doang yang di coblos itu nggak apa-apa, tapi saking bingungnya karena kebanyakan,” kata Feni.

Setelah memilih, Feni dan Melati berharap siapapun pemimpin yang terpilih bisa membuat Indonesia menjadi negara yang lebih baik.

“Menurut aku, sebenernya pemimpinya sudah memberikan yang terbaik, jadi tinggal ke masyarakatnya aja gimana. Soalnya kan kalau pemimpinya udah bagus tapi masyarakatnya masih kaya gitu ya susah. Jadi, kitanya harus ngerubah diri kita sendiri bener-bener. Balik lagi sama diri kita sendiri,” pungkas Melati.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : Aginta Kerina Barus