alexametrics

Kecewa, Kakak Jessica Iskandar Minta Dokter Indonesia Di-review

19 April 2019, 18:33:45 WIB

JawaPos.com – Erick Iskandar menceritakan soal ayahnya yang diduga menjadi korban malpraktik di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan. Hal tersebut sebelumnya juga diungkapkan sang adik, Jessica Iskandar melalui akun Instagram pribadinya, beberapa waktu lalu.

Erick dan Jessica Iskandar mengaku kecewa dengan kedokteran Indonesia terkait penanganan yang tak kunjung usai, namun biaya masih terus berjalan. Ratusan juta rupiah pun dirasa percuma karena kondisi sang ayah tak kunjung membaik.

“Saya juga sangat kecewa,” ujar Erick saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

Bukan maksud menjelek-jelekkan dunia kedokteran di tanah air, namun Erick mengaku sangat kecewa dengan salah satu Rumah Sakit Pemerintah di bilangan Jakarta Selatan.

“Mohon maaf sebelumnya. Tapi, ini keluarga saya yang merasakan bahwa tim kedokteran Indonesia sangat tidak bagus untuk keluarga saya, spesial untuk ayah saya,” sambung kakak Jessica Iskandar tersebut.

Kakak Jessica Iskandar, Erick minta dokter di tanah air di-review. Ia mengaku sangat kecewa. (Yuliani NN/JawaPos.com)

Selain biaya untuk penanganan sang ayah yang cukup besar selama satu bulan, Erick juga merasa dirugikan karena sang ayah tak kunjung membaik kondisinya.

“Nggak sampai se-milliar sih, cuma kalau Rp 500 juta lebih ya. Bayangain sebulan. Kamarnya sehari udah berapa,” sambung Erick.

Erick menilai penanganan di RS tersebut tidak efisien. Bahkan, penilaian tersebut juga disampaikan oleh dokter di Malaysia setelah sang ayah dipindahkan ke rumah sakit di Penang, Malaysia.

“Batu ginjal kecil aja udah di endoscopi, open surgery, dokter Malaysia aja sampai geleng-geleng. Buat apa melakukan itu, karena udah nggak zaman untuk ngancurin batu ginjal itu. Ayah saya buktinya, satu bulan di Jakarta, di rawat satu bulan tapi pulang masih nggak bisa jalan,” papar Erick.

Keadaan tersebut tentunya membuat Erick geram. Kini, sang ayah telah sembuh dengan melakukan pengobatan di Penang, Malaysia selama tiga hari saja.

“Bokap baru balik dari Penang dan saya benar-benar sangat kagum dengan tim kedokteran di sana. Bagus banget. Tindakan cepet, tiga hari di situ,” tutur Erick.

“Saya sangat kecewa dengan tim kedokteran Indonesia. Coba dari dinas kesehatan tolong di review dokter Indonesia. Kalau nggak pantes praktik, nggak usah praktik mendingan. Karena di Penang banyak banget korban dokter Indonesia,” tandas Erick emosi.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : Yuliani