alexametrics

Diancam Akan Dibunuh, Eza Gionino Laporkan Penjual Ikan ke Polisi

17 November 2019, 12:13:47 WIB

JawaPos.com – Eza Gionino resmi membuat laporan polisi ke Polres Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (16/11) kemarin setelah mendapatkan ancaman pembunuhan terhadap dirinya, anak, dan istri dari seseorang berinisial QS.

Ancaman pembunuhan diterima Eza Gionino berawal dari transaksi jua-beli ikan antara Eza dengan seseorang berinisial QS melalui media sosial. Eza tertarik untuk membeli ikan arwana yang dipromosikan QS. Dia pun membeli dua buah ikan. Namun ketika sampai di tangan Eza, 2 ikan arwana tersebut tidak sesuai dengan yang dipromosikan.

Eza pun komplen karena ikan yang dibelinya berbeda dengan yang dipromosikan. Namun bukannya melayani komplen, QS malah mengancam Eza Gionino mau membunuh dirinya, anak dan istri.

“Dia bukan cuma melakukan penipuan terhadap saya, tapi juga melakukan ancaman pemubuhan,” ucap Eza.

Eza Gionino pun merasa tidak tenang setelah mendapatkan ancaman pembunuhan tersebut. Usai berkonsultasi dengan kuasa hukum, Eza akhirnya memutuskan untuk membuat laporan polisi dengan menyertakan sejumlah bukti permulaan.

“(Bukti-bukti) lengkap, chat semua ada dan sudah diserahkan (ke polisi). Kemungkinan HP saya juga bakal diserahkan untuk dicek sama cyber crime. Saya ingin masalah ini diselesaikan secara hukum, dari pada saya tidak terima terus cari penyelesaian dengan cara saya sendiri,” ucap Eza Ginonino.

Laporannya terdaftar dengan nomor STBL/B/628/XI/2019/JBR/RES BGR. Eza melaporkan QS yang mengancam anak dan istrinya mau dibunuh dengan 335 KUHP dan atau Pasal 45 ayat (4) dan atau pasal 45 (b) UU RI No. 19 Tahun 2016 perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE.

Eza berharap aparat kepolisian bisa segera menindaklanjuti laporan yang telah dibuatnya. Selain karena Eza sudah merasa ditipu ikan arwana yang dibelinya tidak sesuai, ia juga marah anak dan istri malah mendapatkan ancaman pembuhuhan.

Pengacara Eza Gionino, Henry Indraguna, dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com mengatakan, tindakan ancaman pembunuhan yang dilakukan QS diduga kuat termasuk pelanggaran hukum. Apalagi Eza diperkuat dengan dia memiliki bukti-bukti permulaan yang cukup.

“Bukti percakapan melalui media elektronik (WA) dan rekaman invoice suara dan dikirimkan ke WA pribadi Eza. Isi percakapanya bisa kami simpulkan, pengancaman akan membunuh kepada Eza, istri, dan anaknya. Menurut hemat kami si penjual ikan arwana patut diduga sudah melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Henry.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads