alexametrics

Karen Idol Anggap Kematian Anaknya Tak Masuk Akal, Arya Setuju Otopsi

15 Februari 2020, 00:47:29 WIB

JawaPos.com – Penyanyi Karen Pooroe atau akrab disapa Karen Idol, menilai bahwa meninggalnya sang putri, Zefania Carina dari lantai 6 sebuah apartemen, tidak masuk akul. Hal itu karena beberapa alasan. Pertama, anaknya yang baru berusia 6 tahun itu disebutnya takut akan ketinggian. Dia pun menilai tidak masuk akal jika Zefania bermain-main di balkon pada malam hari. Apalagi saat kejadian anaknya terjatuh, lokasi apartemen disebut sedang turun hujan.

“Anak saya cerdas. Dia takut akan ketinggian,” ucap Karen Idol kepada wartawan, belum lama ini.

Kedua, Karen Idol menganggap tidak mungkin jasad anaknya dalam keadaan utuh jika memang benar Zefania terjatuh dari lantai 6 apartemen. Sementara jasad sang putri dalam keadaan utuh nyaris tanpa luka, saat dikembalikan kepada dirinya dalam kondisi sudah tak bernyawa.

“Cuma ada luka kecil di bagian dahi,” ucap Karen Idol.

Merasa terdapat kejanggalan atas meninggalnya Zefania, dia pun meminta polisi untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Zefania. Ini supaya diketahui secara pasti penyebab meninggalnya Zefania. Karen Idol memutuskan untuk mendalami penyebab kematian anaknya itu supaya dia tidak menyesal seumur hidup, lantaran tidak mengetahui penyebab pasti kematian Zefania yang sebenarnya.

“Pas makamnya dibongkar saya tidak akan melihat,” kata Karen Idol.

Sementara itu, Arya Satria melalui kuasa hukumnya Andres Nahot Silitonga, mengatakan bahwa pihaknya setuju jika dilakukan otopsi pada jenazah Zefania. Supaya diketahui secara pasti penyebab meninggalnya anak tak berdosa itu. Arya sedari awal disebut Andreas tidak pernah mengalang-halangi jika mau dilakukan autopsi.

Karena diakui atau tidak, Arya seolah-olah menjadi pihak tertuduh atas meninggalnya Zefania. Arya pun memiliki kebutuhan atas hasil autopsi supaya semuanya menjadi jelas. “Ada anggapan seolah terjadi pembunuhan, ada ketidakwajaran. Klien kami mendukung dilakukan otopsi,” papar Andreas Nahot Silitonga.

Editor : Kuswandi

Reporter : Abdul Rahman


Close Ads