alexametrics

Kasus Jerinx SID Jadi Pelajaran Berharga Bagi Publik Figur

14 Agustus 2020, 00:34:48 WIB

JawaPos.com – Kasus dugaan pencemaran nama baik yang melilit drummer grup musik Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx,  dinilai harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.  Khususnya kalangan publik figur atau selebriti, untuk lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan. Hal itu diungkapkan pengacara Togar Situmorang.

“Ini pelajaran untuk kita semua supaya lebih berhati-hati dalam menggunakan jari dalam menyampaikan pendapat di media sosial secara bijaksana. Agar di kemudian hari tidak menimbulkan permasalahan yang bisa merugikan kita sendiri. Apalagi sampai di sel penjara,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (13/8).

Dia menilai, pernyataan Jerinx di media sosial seperti kurang memerhatikan dirinya sebagai seorang publik figur. Akibatnya, dia kurang melihat dampak yang ditimbulkan atas pernyataan yang dibuat. Padahal sebagai seorang publik figur, katanya, Jerinx memiliki banyak penggemar dimana pernyataanya dapat memengaruhi ribuan orang.

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus IDI Kacung WHO, Jerinx SID Langsung Ditahan

Togar Situmorang menilai, pernyataan Jerinx cukup berbahaya ketika menyampaikan kampanye negatif terkait penanganan Covid-19 oleh pemerintah. Dia pun meyakini penetapan tersangka terhadap Jerinx bukan hanya dipicu oleh pernyataan ‘IDI kacung WHO’. Tapi ada rangkaian pernyataan lain sebelumnya.

“Saya yakin dijadikannya Jerinx sebagai tersangka bukan semata-mata karena dia menyebut IDI sebagai ‘kacung WHO’. Itu adalah puncak dari apa yang dilakukan Jerinx selama ini, yaitu membangun ketidakpercayaan dengan apa yang dilakukan pemerintah terkait Covid-19,” ucapnya.

Menurutnya, Covid-19 merupakan bencana luar biasa yang harus ditangani secara serius oleh pemerintah. Dia pun meminta orang-orang, khususnya kalangan artis tidak menjadikannya sebagai candaan apalagi lelucon. Energi yang demikian besar dan dana tidak sedikit sedikit digelontorkan untuk penanganan masalah ini.

“Waktu dan dana dikerahkan habis-habisan untuk menghadapi situasi ini yang sangat berpengaruh pada kesehatan dan terpuruknya ekonomi di Indonesia,” paparnya.

Di tengah situasi seperti ini, katanya, negara masih direpotkan oleh penyebaran informasi palsu yang beredar di masyarakat terkait korona. “Tujuannya untuk membangun kepanikan di masyarakat sekaligus membangun ketidakpercayaan atas apa yang dilakukan pemerintah,” papar Togar  Situmorang yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia Kota Denpasar itu.

Jerinx resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali pada Rabu (12/8), terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dalam postingannya itu, Jerinx mengatakan bahwa IDI merupakan kacung dari organisasi kesehatan dunia atau WHO. Tidak terima dengan pernyataan tersebut, IDI kemudian melaporkan Jerinx ke polisi.

Jerinx pun dikenakan dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads