alexametrics

Fifie Buntaran Setuju UN Tak Dijadikan Syarat Kelulusan Siswa

13 Desember 2019, 09:26:22 WIB

JawaPos.com – Fifie Buntaran setuju dengan terobosan Mendikbud Nadiem Makarim yang tidak lagi menjadikan Ujian Nasional atau UN sebagai standar kelulusan siswa. Dia pun sedih jika gara-gara UN, siswa jadi gagal lulus sekolah. Sementara siswa tersebut sebenarnya memiliki keunggulan pada minat atau bakat tertentu.

“Bisa saja pas UN kondisi lagi sakit harus dirawat di rumah sakit. Berarti gagal dong? Not fair. Terus bisa juga pas UN nervous jadi angkanya jeblok, padahal ujian hariannya dia pintar sebenarnya,” ucap Fifie Buntaran kepada JawaPos.com, Kamis (12/12).

Perempuan kelahiran Pontianak, Kalimantan, ini sependapat dengan pernyataan Nadiem Makarim soal hafalan tidak terlalu dibutuhkan di masa yang akan datang. Sementara UN masih banyak memberikan porsi pada hafalan siswa.

“Setuju, jangan hanya hafalan terus enggak ngerti maksudnya. Seharusnya dipahami, dan jawabannya (mengurai) sebab-akibatnya. Terus jangan numerik saja hafalannya, angka-angka rumus kimia,” ucapnya sambil tertawa.

Fifie Buntaran mengatakan dirinya setuju atas ide Nadiem sebagai terobosan di dunia pendidikan bukan tanpa alasan. Fibun meyakini mantan CEO ojek online itu memiliki wawasan luas karena merupakan lulusan perguruan tinggi ternama di Amerika.

Fibun pun memiliki keyakinan Nadiem akan mampu memajukan pendidikan di Indonesia lewat terobosan-terobosan yang dia buat, bukan malah membuat mundur.”Dia bukan lulusan MBA universitàs abal-abal ya,” ujar Fifie Buntaran.

Mendikbud Nadiem Makarim rencananya tidak lagi menjadikan UN sebagai syarat kelulusan siswa mulai 2021. Dia akan mengganti UN dengan sistem assesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Di hadapan wartawan, Nadiem Makarim menegaskan pihakny tidak menghapus UN, tapi menggantinya dengan format baru.”UN itu tidak dihapus. Mohon maaf, kata dihapus itu hanya headline di media agar diklik, karena itu yang paling laku. Jadi UN itu diganti jadi Asesmen Kompetensi. Jadi mohon tidak lagi bicara kepada media atau apa bahwa UN dihapus,” ujar Nadiem di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/12).

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads