alexametrics

Tegar Septian Minta Netizen Tidak Ulangi Mem-bully Anaknya

13 Januari 2021, 21:43:29 WIB

JawaPos.com – Pasangan Tegar Septian dan Sarah Sheilka sempat marah besar ketika mengetahui anaknya, Abidzar Oktaviano Putra Septian, di-bully netizen di media sosial dengan cara keji beberapa waktu lalu. Betapa tidak, anak yang baru berusia hitungan bulan itu disebut-sebut sebagai anak haram.

Kasus ini pun sempat akan dilaporkan ke ranah hukum namun pelakunya lebih dulu meminta maaf dan memohon supaya tidak diperpanjang. Tegar-Sarah pun luluh memilih memaafkan pelaku. Kendati demikian, mereka meminta kesalahan yang sama tidak diulangi lagi ke depannya.

“Iya sempat (mau diproses ke ranah hukum), tapi dia kan sudah minta maaf ya sudah. Pikir lah pakai otak sebelum bertindak,” ujar Tegar saat ditemui di bilangan Tendean Jakarta Selatan Rabu (13/1).

Baca Juga: Tegar Septian-Sarah Sheika Akui Belum Bisa Memandikan Buah Hatinya

Tegar dan Sarah meminta netizen tidak melakukan kesalahan yang sama kepada putra mereka. Apalabila tidak suka kepada mereka, seharusnya dilampiaskan kepada keduanya. Bukan ke anak.

“Buat netizen kalau gak suka sama kita jangan judge ke anak. Mending ke aku aja karena anak itu suci ya,” tutur Sarah.

Dia mengaku khawatir suatu saat nanti pernyataan anak haram ini diketahui sang putra. Tegar dan Sarah khawatir hal ini akan berdampak buruk bagi psikis dan mentalnya.

“Jejak digital itu kan terus ada. Nanti kalau dia gede terus tahu gimana? Kalau mentalnya kuat Alhamdulillah, kalau nggak kan bisa stres. Kalian kan calon ibu, calon ayah jadi berhati-hati dalam bicara,” tutur Sarah.

Sementara itu, Tegar mengungkapkan ke depannya dirinya akan mengambil langkah tegas apabila masih ada netizen yang berkomentar seenaknya di media sosial terkait buah hatinya.

“Intinya kalau ada komen tidak patut Tegar akan langsung tindak lanjutin. Karena kalau nggak gitu bakalan enak, kita harus kasih efek jera,” tandas Tegar yang merupakan mantan artis cilik itu.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Abdul Rahman


Close Ads