'Boundless Love' Buat Putri Ayudya Naik Level

13/01/2018, 10:35 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Putri Ayudya (Yuliani NN/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Terlibat dalam film kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok berjudul Boundless Love, membuat presenter sekaligus aktris Putri Ayudya merasa naik level. Sebab, menurutnya, berperan dalam film besutan asing menjadi salah satu hal yang harus dicapainya.

"Aku excited banget karena aku belajar hal baru, dan bisa ceklist salah satu goals aku. Aku selalu ingat nasehat mas Garin (Garin Nugroho), Sutraradara pertamaku. Katanya, kalau kamu melakukan sesuatu, kamu harus ada dua goal. Secara karir dan secara personal. Aku nggak tahu secara karir ini akan langsung melejit atau gimana. Tapi kalau secara personal, ya aku merasa ada peningkatan secara aku jadi bisa bahasa Mandarin, walau masih belepotan ya," katanya saat ditemui, Jumat (12/1).

Kemudian, berbagi pengalamanya mulai dari proses casting sampai berakting, Putri Indonesia 2011 ini mengaku pada awalnya terkendala bahasa. Mengingat, bahasa yang digunakan adalah bahasa Mandarin.

"Sempet bingung kan, duh pakai bahasa apa gue, tapi yaudahlah everythings go natural. Pas casting juga ada dua orang yg mendampingi. Orang pertama yang menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke Cina atau sebaliknya. Dan satu orang yang menerjemahkan dalam bahasa film, jelasin mau sutradara, dari habis berdiri jalan terus nangis, gimana lagi. Jadi dia ingin lihat gesturku pas nolak atau ditinggalin gitu," ungkapnya.

Ditanyai konflik dalam film, Putri menjawab bahwa film tersebut dekat sekali dengan orang-orang Indonesia. Menyoal perbedaan dan kerumitan sebelum menikah, sebelum memilih pasangan. Kemudian, konflik antara keinginan orang tua atau keinginan pribadi.

"Di film ini aku dilema harus mengikuti perjodohan orang tua atau kata hatiku. Sementara Ade, laki-laki yang dijodohkan denganku juga orang baik, sama sekali tidak jahat atau menggunakan cara licik, aku juga suka," paparnya.

Penasaran seperti apa film Boundless Love yang mengisahkan cinta universal dan tanpa batas ini? Sayangnya, film yang diprakarsai oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini belum dipastikan kapan tayang di tanah air.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi