alexametrics

Buah Hati Meninggal, Irish Bella-Ammar Zoni Beberkan Kronologinya

10 Oktober 2019, 18:54:31 WIB

JawaPos.com – Pasangan selebriti Ammar Zoni dan Irish Bella tak bisa menahan tangis di hadapan media saat menceritakan kronologi meninggalnya bayi kembar mereka di dalam kandungan. Saat menggelar konferensi pers di rumahnya di Cinere, Depok, Kamis (10/10), mereka berdua berusaha untuk tegar meski tak mampu menahan derai air mata.

Calon bayi kembar yang sedang mereka tunggu kelahirannya, meninggal dunia di dalam kandungan pada Minggu (6/10). Keduanya harus rela ditinggalkan kedua buah hati yang diberi nama Ayora dan Ayona. Ayora dan Ayona dimakamkan di TPU Kalimulya 1, Depok, Jawa Barat.

“Kalau sejak awal kami tahu akan terjadi begini tentunya kami akan lakukan yang paling terbaik. Tetapi ini kan terjadi tiba-tiba. Kami tak tahu, justru saya berusaha mengajak Irish liburan karena selama ini syuting kan belum pernah liburan (baby moon). Justru menghadapi kehamilan dengan enjoy dan santai,” kata Ammar yang berada di samping istrinya.

Ammar Zoni dan Irish Bella mengungkapkan kesedihan kehilangan bayi kembar mereka. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Setelah itulah, gejala dan kecurigaan mulai timbul di mana kaki Irish terlihat bengkak. Bahkan bengkaknya semakin parah hingga pemeran ‘Cinta Suci’ itu sulit berjalan dan harus pakai kursi roda.

“Kami pikir bengkak itu normal terjadi. Ternyata itu tanda-tanda ya,” tutur Ammar.

Ammar menjelaskan ketika istrinya dibawa ke rumah sakit, Irish sudah dalam keadaan stadium 4 atau stage 4. Sehingga hanya 20 persen peluang kedua bayinya bisa diselamatkan. Sebab bayi kembarnya itu kekurangan oksigen.

“Terakhir sih kondisi Irish drop banget ya. Dari pemaparan Dokter Gatot, kandungan Irish sudah stage 4. Beliau mempertanyakan kenapa baru sekarang dibawa. Lho saya kan juga dapat rujukan dari RS sebelumnya. Saya bagaimana ya bisa menahan rasa sedih kecewa dan takut. Bagaimana saya sampaikan ke istri saya, takut terguncang jiwa Irish,” ujar Ammar.

Irish Bella Mengalami Hipertensi dan TTTS

Ketika dalam keadaan gawat tersebut, Ammar menjelaskan, kedua bayi harus mendapatkan asupan makanan yang cukup. Ibarat piring, keduanya harus mendapatkan separuh porsi dan separuh porsi. Dengan harapan keduanya masih bisa makan separuh-separuh.

Namun saat upaya medis dilakukan, tekanan darah Irish langsung tinggi dan plasenta bayi terlepas yang disebut dengan istrilah Twin To Twin Transfusion Syndrome (TTTS). Sehingga bayi tidak mendapatkan oksigen.

“Dan bayi kami tidak terselamatkan. Hipertensi itu akan bisa terjadi pada ibu hamil dan yang paling beresiko ibu hamil kembar,” kata Ammar.

Ammar menyesalkan pasalnya bayi kembar mereka adalah kembar identik. Dan lebih berisiko.

“Kasus bayi kami kembar identik, cukup langka sekali. Kami baru tahu TTTS itu adalah masalah yang ada di dunia, yang hanya 20 persen peluang selamatnya,” jelasnya.

Keduanya kini berusaha untuk bersikap ikhlas dan tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Ammar berperan berusaha memberikan semangat pada istrinya.

“Paling susah itu adalah ikhlas. Kami tak mau menyalahkan siapa-siapa, kami pasrahkan pada Allah,” tutur Ammar dan Irish.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads