alexametrics

Didi Kempot Wafat, PKB: Kehilangan Sosok yang Bisa Obati Stres Rakyat

6 Mei 2020, 09:44:04 WIB

JawaPos.com – Kepergian maestro campursari Didi Kempot untuk selama-lamanya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan para kadernya. Didi Kempot dinilai sebagai sosok yang bisa mengobati stres rakyat.

Cak Imin – sapaan akrab Muhaimin Iskandar, merasa kehilangan atas kepergian Didi Kempot. Menurutnya, Didi adalah legenda baru di dunia hiburan. Karyanya menyatu dengan kamu muda yang ternyata sangat bangga dengan lagu Jawa. “Itu memperkuat Bahasa Jawa,” tuturnya saat dihubungi JawaPos.com.

Menurut Wakil Ketua DPR RI itu, syair lagu Didi mewakili jiwa yang resah, tapi kuat. Dia mengaku sangat terkesan dengan lagu sewu kuto. Selain pecinta lagu Didi, Cak Imin juga sangat dekat dengan penyanyi campursari itu.

Cak Imin terakhir bertemu dengan Didi sekitar tiga bulan lalu saat menghadiri acara pernikahan di Kendal, Jawa Tengah. Didi diundang untuk menghibur para undangan. PKB, kata Cak Imin, termasuk yang menggebrak kebangkitan Didi di Jakarta dan sekitarnya. Partai tersebut beberapa kali mengundang Didi untuk menjadi pengisi acara. Penonton pun selalu membludak.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegigihan Didi berkarya, sehingga lagu-lagunya disukai masyarakat. “Berkreasi dengan serius dan konsiten pasti disukai publik. Itu yang menjadi pelajaran dari Didi Kempot,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen PKB M Hasanuddin Wahid menambahkan, berpulangnya Didi adalah kehilangan yang mendalam buat PKB dan sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebab, Lord Didi adalah obat stres dari kegalauan sosial masyarakat.

PKB menaruh hati yang spesial kepada almarhum, karena di momen Harlah PKB dan pengukuhan pengurus, serta Harlah FPKB, Lord Didi menjadi pemuncak acara. Pada momen itu, Didi menyatukan elite negeri, menteri, legislator, hingga rakyat biasa. Mereka menyatu ambyar tanpa tersekat oleh background maupun strata sosial.

Menurut Hasan, Didi bukan sekadar seniman, tetapi juga terapis sosial. Walaupun lagu-lagunya sangat kental nuansa Jawa, tapi masyrakat dari suku dan etnis apapun bisa menikmatinya. “Menjadikan lagu-lagu Mas Didi sebagai pelipur lara, teman kala senggang, penyemangat menghadapi keadaan dan sebagainya,” ucapnya.

PKB yakin nama dan karya Didi akan abadi, meski raganya telah berpulang. “Sugeng tindak Lord Didi, engkau mengajarkan bahwa lagu itu alat bagi masyarakat untuk menguatkan dan mendinamisir hidup mereka, bahkan menjadi pelatuk terjadinya perubahan sosial,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Khafidul Ulum

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads