alexametrics

Justin Bieber Ungkap Kehidupannya yang Kelam di Awal Karir

4 September 2019, 21:50:21 WIB

JawaPos.com – Penyanyi Justin Bieber mengejutkan penggemarnya dengan mencurahkan semua jalan hidupnya melalui unggahan di Instagram. Pelantun lagu ‘Sorry’ dan ‘Baby’ itu tiba-tiba saja curhat tentang keterpurukan yang dialaminya di masa awal karirnya.

Entah apa yang mendorongnya atas curhatannya itu, intinya suami dari Hailey Baldwin itu merenungkan bagaimana awal mula dia mencapai ketenaran di usia 13 tahun. Seperti penggunaan obat terlarang hingga kesehatan mentalnya.

Semula, Justin Bieber tumbuh di rumah dengan lingkungan keluarga yang tidak stabil. Kondisi itu membuatnya harus berjuang dalam hidup. Bieber juga mengungkapkan bahwa pasang surut yang tidak terkendali sempat mendorongnya menyalahgunakan ‘obat-obatan berat’ pada usia 19 tahun. Dia juga pernah berbuat tak sopan pada perempuan.

“Saya menjadi benci dan marah. Saya menjauh bagi semua orang yang mencintai saya, dan saya bersembunyi. Orang tua saya berpisah. Ketika bakat saya berkembang dan saya menjadi sangat sukses, itu terjadi dalam waktu dua tahun. Seluruh dunia terbalik,” tulisnya.

 

View this post on Instagram

 

Hope you find time to read this it’s from my heart

A post shared by Justin Bieber (@justinbieber) on

Bieber terus melakukan perjuangan untuk memulihkan kesehatan mentalnya. “Saya beralih dari seorang bocah lelaki berusia 13 tahun dari sebuah kota kecil menjadi banyak pujian oleh dunia, dengan jutaan orang mengatakan betapa mereka mencintai saya dan betapa hebatnya saya,” katanya.

Bieber mengatakan ketenaran itu juga merusak pertumbuhan pribadinya, karena dia tidak pernah belajar arti tanggung jawab sebelumnya. Dan tidak punya kemampuan atau keterampilan memgembangkan kreativitasnya di luar karir musiknya.

“Semua orang melakukan segalanya untuk saya, jadi saya bahkan tidak pernah belajar dasar-dasar tanggung jawab. Hingga jutaan dolar saya dapatkan dan akses apa pun yang saya inginkan. Ini adalah kondisi yang sangat menakutkan bagi siapa pun,” tuturnya.

Terlepas dari masalah yang dia hadapi, Bieber mengatakan dia menemukan kenyamanan dan dukungan sekelompok orang, termasuk istrinya, Hailey Baldwin, yang mendorongnya untuk terus maju. “Anda tahu, saya punya banyak uang, pakaian, mobil, penghargaan, prestasi, penghargaan, dan itu belum cukup. Butuh bertahun-tahun bagi saya untuk bangkit kembali dari semua keputusan mengerikan ini, memperbaiki hubungan yang rusak, dan mengubah kebiasaan,” katanya.

“Untungnya, Tuhan memberkati saya dengan orang-orang luar biasa yang mencintai saya,” tambahnya.

Kini Justin Bieber menikmati perannya sebagai suami dalam pernikahannya. Itu mengajarkannya tentang arti tanggung jawab baru luar biasa. Dia belajar arti kesabaran, kepercayaan, komitmen, kebaikan, kerendahan hati, dan semuanya tentang kebaikan.

“Bersikaplah baik hari ini, berani hari ini, dan cintai orang-orang hari ini,” jelasnya.

Awal tahun ini, Justin Bieber mengungkapkan bahwa ia telah ‘banyak berjuang’ melawan gangguan depresi dan kesehatan mental yang dia alami. Dilansir dari PEOPLE, Rabu (4/9), sebuah sumber mengatakan, Justin Bieber butuh waktu yang cukup lama untuk pulih.

“Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, dia benar-benar perlu wkatu untuk mengatasinya,” katanya.

Sejak itu, Bieber sangat bergantung pada sang istri, yang memiliki sistem pendukung yang luar biasa. Hailey adalah pendukung terbesarnya. Dia selalu ada untuk Justin.

Hal itu ditegaskan Bieber dan dia mengucapkan terima kasih pada istri tercintanya yang sudah mendukungnya. “Saya juga ingin berterima kasih kepada istri saya karena telah memberikan dukungan yang begitu besar dalam hidup saya,” tutupnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads