alexametrics

Hari Anti Bullying Sedunia, Hotman Paris Ngajak Ngopi KPAI

4 Mei 2018, 14:36:44 WIB

JawaPos.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memantau bullying masih kerap dialami setiap orang tanpa memandang usia. Bahkan, bully yang terjadi di kalangan anak-anak dan remaja seringkali memprihatinkan.

Komisoner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan bahkan dari beberapa kasus yang diadukan ke KPAI, menunjukkan bahwa anak korban bullying sangat tertekan hingga memutuskan bunuh diri.

“Dampak bullying yang dirasakan anak sebagai korban adalah depresi (murung, engan bergaul, ketakutan), kurang menghargai diri sendiri, memiliki masalah kesehatan akibat psikologis dan prestasi akademik menurun,serta dapat memiliki pikiran untuk bunuh diri. Jadi jangan remehkan bullying,” tegas Retno di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Jumat (4/5).

Hari Anti Bullying Sedunia
Hotman Paris dan Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengobrol santai di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (4/5). (dok.KPAI)

Semakin memprihatikan, lanjut Retno, karena berdasarkan sebuah studi terdapat hanya 20 persen orang yang ikut campur tangan jika menyaksikan atau mengetahui kasus bully. Artinya, 80 persen orang lainnya abai atau tidak berbuat apa-apa saat menyaksikan atau mengetahui kasus bullying di sekitarnya.

Bullying berdampak negatif terhadap semua pihak yang terlibat, baik terhadap target (korban bullying), pelaku bullying, saksi (yang menyaksikan kejadian bullying), dan terhadap sekolah jika terjadi di lembaga pendidikan,” ujarnya.

Terkait hal itu, KPAI pun memperingati Hari Anti Bullying Sedunia pada 4 Mei 2018, bersama pengacara Sahabat Anak Hotman Paris, KAMI, LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia), Komunitas Sudah Dong, para artis pendukung film Stop Bullying yang diproduksi Surya Film, dan perwakilan sekolah.

“Ini untuk pertama kalinya ada kolaborasi bareng berbagai pihak untuk mengkampanyekan ‘Anti Bullying’,” ujarnya.

Kemudian, dalam menghentikan aksi bullying di Indonesia, Retno melihat korban dan saksi perlu dibantu untuk melindungi dirinya.

“Pertama, rehabilitasi korban bully sangat penting karena akan mengobati luka batinnya sehingga tidak akan memiliki perasaan pembalasan,” jelas Retno.

Retno melanjutkan, pelaku bullying sebagian besar pernah menjadi korban bully. Oleh karena itu, pelaku perlu direhabilitasi kejiwaannya agar secara psikologis dapat pulih dari perasaan dendam dan tersakiti.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : (rgm/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads
Hari Anti Bullying Sedunia, Hotman Paris Ngajak Ngopi KPAI