alexametrics

Intip Kiprah Melody di Dunia Pangan dan Pertanian

2 Mei 2019, 21:45:43 WIB

JawaPos.com – Melody Nurramdhani Laksani sudah lama akrab dengan dunia pangan dan pertanian. Selama kuliah di Fakultas Pertanian jurusan Argoteknologi, perempuan yang baru menikah itu mempelajari berbagai ilmu teknologi pangan. Atas dasar itulah, pada Februari 2018, mantan member JTK48 itu diangkat sebagai Duta Persahabatan Jepang-ASEAN Bidang Pangan Pertanian.

Hari ini, Kamis (2/5) Melody menyambangi kantor Kedutaan Besar Jepang untuk memberikan laporan selama dirinya menjadi juru bicara dunia pangan dan pertanian kepada Duta Besar Jepang untuk ASEAN Kazuo Sunaga. Seperti diketahui, momen terpilihnya Melody menjadi tanda 45 tahun persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan ASEAN.

“Hari ini, saya presentasi dan memberikan laporan kepada Duta Besar Jepang untuk ASEAN. Melaporkan langsung kegiatan saya setelah satu tahun menjadi Duta Persahabatan Jepang-ASEAN Bidang Pangan dan Pertanian,” kata Melody kepada JawaPos.com.

Saat ditanya apa perannya dalam kerja sama tersebut, Melody menjawab dirinya didapuk sebagai Public Relation (PR) untuk Jepang-Asean untuk menjelaskan kepada dunia internasional tentang isu-isu pangan dan pertanian. Selain itu, saat ini merupakan tahun kedua dirinya menjadi duta Persahabatan Jepang-ASEAN Bidang Pangan dan Pertanian.

“Lebih ke PR sih peran saya. Jadi membangun image bahwa dunia pertanian dan pangan itu isu strategis serta penting bagi masyarakat dunia. Selain itu, milenial harus memahami hal ini karena isu pangan dan pertanian bukan sekadar jadi petani,” tegas istri Hanif Fathoni itu.

Selama perjalanannya sebagai duta, dia menlakukan edukasi tentang pangan dan pertanian di 4 negara Asean. Di antaranya, Bangkok, Thailand, Kamboja dan Myanmar. Melody enjoy menjalaninya karena ini bukan kali pertama bagi Melody bekerja sama dengan pemerintah Jepang.

“Dulu saat jadi member JKT48 pernah diangkat sebagai duta buah Okoyama Jepang di bidang pertanian. Begitu lulus, diperpanjang sebagai Duta Persahabatan,” kata dia.

Menurutnya, Indonesia memiliki kemampuan untuk bisa berkembang di bidang pangan dan pertanian. Di tengah berbagai tantangan isu Global Warming dan krisis pangan, Indonesia bisa meniru Jepang dalam pengembangan dunia pertanian. Termasuk, tantangan penggunaan pestisida dan pemberantasan hama.

“Sebetulnya, pertanian tak hanya menjadi petani. Sekarang di era digital, sudah makin banyak aplikasi dan potensi bisnis digital di bidang pertanian,” ungkapnya.

Duta Persahabatan Jepang-ASEAN Bidang Pangan Pertanian Melody Nurramdhani Laksani di Kedutaan Besar Jepang, Kamis (2/5). (Dentsu X Entertainment for JawaPos.com)

Melody menambahkan, ada perbedaan potensi, kualitas pangan dari pertanian lokal jika dibandingkan dengan Jepang. Sebab, ada perbedaan pada teknologi, sumber daya manusia, hingga luas lahan.

“Indonesia punya keunggulan dengan lahan yang sangat luas. Sementara Jepang unggul di teknologi karena lebih canggih. Indonesia jika ingin seperti Jepang harus meningkatkan kemampuan SDM dan teknologinya. Sementara Jepang, dengan keterbatasan luas lahan yang kecil, tetapi bisa meningkatkan kapasitas produksi karena teknologi yang maju,” tuturnya.

Saat menyampaikan laporan atas kinerjanya sebagai Duta Persahabatan Jepang-ASEAN Bidang Pangan Penanian, Melody mencontohkan berbagai cara untuk menghargai pertanian dan tanaman lokal. Termasuk, dirinya yang juga bercocok tanam di rumah. Meski, hanya kecil-kecilan.

“Enggak banyak sih, yang saya tanam di rumah. Kadang lupa menyiram juga, karena enggak intens. Dari 10 tanaman misalnya, masih mati 5,” kata Melody lantas tertawa saat berbincang dengan JawaPos.com.

Melody makin identik dengan tanaman karena saat menikah juga menyiapkan suvenir bagi para tamu berupa tanaman. “Saya memberikan suvenir berupa tanaman kecil-kecil. Ada vendor adik kelas saya,” jelasnya.

Melody memastikan, kiprahnya di bidang pertanian tidak berhenti dengan menjadi Duta Persahabatan Jepang-ASEAN Bidang Pangan Penanian. Katanya, tak lama lagi dirinya juga akan menjalankan project pribadi yang bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Nantinya, Melody akan pergi ke Cianjur untuk bercocok tanam.

“Enggak lama lagi mau ke Cianjur. Ini lebih project pribadi saja. Seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat kuliah. Sudah ada rencana untuk mulai ke lapangan lagi,” katanya.

Pesan Untuk Milenial

Melody meminta para milenial dan anak-anak muda usia produktif untuk menghargai jasa petani. Dia menyesalkan banyak anak muda yang hanya bisa berceloteh di media sosial dan mengkritik segala hal tentang pangan dan pertanian tanpa terjun langsung ke lapangan.

“Jangan hanya bisa cuitan saja di media sosial tanpa lihat langsung situasinya di lapangan,” tukasnya.

Menurutnya, dunia pangan dan pertanian begitu dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Apalagi semakin banyak bisnis kuliner yang berkembang cepat. Ditambah kemudahan teknologi untuk pesan antar makanan dan minuman, seharusnya membuat anak muda lebih menghargai isu pangan dan pertanian.

“Harus lebih mengenal pertanian kita. Karena kita setiap hari makan. Bisnis kuliner juga makin maju. Tentu kalau hulunya sukses, di hilir bisa lebih sukses,” jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads