alexametrics

Dituding Menipu Rp 9,7 M, Anak Nia Daniaty Akan Buat Laporan Balik

1 Oktober 2021, 11:45:45 WIB

JawaPos.com – Anak Nia Daniaty, Olivia Nathania angkat suara ihwal tudingan telah melakukan penipuan berkedok CPNS. Dia membantah telah melakukan penipuan tersebut.

“Perlu saya luruskan di sini, adapun saya menyelenggarakan les untuk masuk CPNS, les ya kita bicaranya, bisa dicek nanti tempatnya ada, pengajarnya pun ada,” kata Olivia kepada wartawan, Jumat (1/10).

Olivia membenarkan memasang tarif untuk les masuk CPNS tersebut. Keuntungan tersebut dianggap sebagai hal wajar dalam sebuah bisnis.

“Memang saya terima uang dari situ senilai Rp 25 juta per orang. Tetapi dengan nilai Rp 25 juta itu, digunakan untuk apa? Wajar saya punya untung dari situ, tetapi Rp 25 juta ini digunakan untuk les, untuk pengajar, sewa tempat,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia merasa heran dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan. Oleh karena itu, Olivia membuka peluang melaporkan balik para pelapor ke polisi.

“Kita lihat nanti ya untuk mengenai itu (laporan balik). Yang jelas saya di sini ngomong tidak akan ke mana-mana. Saya akan meluruskan ini dulu, ngumpulin berkas, bukti-bukti yang ada. Insya Allah akan kita laporkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Olivia Nathania dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan berkedok menjajikan seseorang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Korbannya diperkirakan mencapqi 225 orang.

Laporan polisi ini tertuang dalam nomor LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 23 September 2021. Laporan dibuat oleh pengacara Odie Hodianto yang mewakilkan korban.

“Ini ada 225 orang ditipu dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 9,7 Miliar lebih,” kata Odie Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9).

Odie menuturkan, Olivia diduga telah menipu dengan modus memasukan orang menjadi PNS. Namun, dia memasang tarif Rp 25-156 juta sebagai timbal baliknya.

Setelah korban membayar sesuai nominal yang diminta, tak kunjung menjadi PNS. Korban bahkan sempat menanyakan status PNS yang diharapkannya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hasilnya pun nihil.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan




Close Ads