alexametrics

Bos PS Store Putra Siregar Akui Kini Berstatus Tahanan Kota

1 Agustus 2020, 12:33:37 WIB

JawaPos.com – YouTuber Putra Siregar mengakui bahwa dirinya kini berstatus tahanan kota usai berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada 23 Juli 2020 terkait kasus handphone ilegal PS Store. Bos PS Store itu tidak ditahan karena selama ini kooperatif dan diyakini tidak akan menghilangkan barang bukti.

“Saya kan kooperatif dan nggak ada alasan yang kuat untuk menahan saya,” kata Putra Siregar saat ditemui di bilangan Condet, Jakarta Timur.

Dengan statusnya tersebut, Putra Siregar diharuskan melakukan wajib lapor secara rutin. Putra Siregar pun berjanji akan mematuhinya. Apalagi masalah ini mendapat sorotan publik dan sempat jadi viral di media sosial.

Putra Siregar berjanji akan mengikuti proses hukum yang berlaku sebagai warga negara yang taat hukum. “Saya taat hukum, saya akan hadapi. Tapi tolong jangan bunuh karakter saya,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Putra Siregar menjelaskan kasus yang membelitnya. Permasalahan ini terjadi pada 2017 silam saat dia baru hijrah dari Batam ke Jakarta.

“2017 aku pertama kali menginjakkan kaki ke Jakarta. Toko saya waktu itu masih 2 X 3 meter. Ada uang 20 juta belanja, 100 juta belanja. Kebetulan banyak yang jualan HP (ke saya) karena dari dulu semua saya rangkul,” kata Putra Siregar.

Tiba-tiba salah seorang dalam jaringan bisnisnya menawari sejumlah unit handphone untuk dijual dalam sistem partai. Barang-barang itu katanya mau dijual dengan harga murah karena butuh uang. Putra Siregar pun tertarik. Dia meminta barang-barang itu dibawa ke toko miliknya yang berlokasi di daerah Condet.

“Itu malam-malam ditawarin, lagi BU katanya. Saya waktu itu masih di Batam. Saya bilang ya sudah antar aja ke toko. Di toko ada saudara saya namanya Lahatta sama Leris. Waktu itu malam-malam, tiba-tiba yang antar barang sudah bersama bea cukai,” ungkap Putra Siregar.

Ternyata barang-barang handphone yang mau dijual temannya tidak membayar bea cukai atau bisa dibilang ilegal. Putra mengaku tak mengetahui kala barang-barang itu bermasalah dengan urusan kepabeanan. Dua saudara Putra Siregar pun dibawa oleh petugas. Sementara Putra Siregar dipanggil karena merupakan pemesan.

Atas kejadian itu, Putra merasa dirinya sudah dijebak. Namun tidak mau berspekulasi liar, dia pun akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

Untuk masalah kepabeanan ini, Putra Siregar mengaku sudah menyerahkan dana sekitar Rp 500 juta kepada pihak bea cukai apabila tindakannya itu telah merugikan negara. Selain itu, dia juga menyerahkan aset dan buku rekening untuk ditelurusi lebih lanjut. Hal itu karena Putra Siregar sempat dianggap terlibat dalam kasus TPPU atau Tindak Pidana Pencucian Uang.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads