alexametrics
Hari Perempuan Internasional 2018

Mengapa Harus Mengenakan Ungu di Hari Perempuan Internasional?

8 Maret 2018, 10:44:02 WIB

JawaPos.com – Sepertinya warna menjadi simbol paling mudah untuk menyuarakan sikap dan pendapat atas suatu peristiwa. Peristiwa paling baru, sejumlah artis mengenakan pakaian serbahitam sebagai bentuk protes pelecehan seksual di industri perfilman.

Kali ini, pada momen Internasional Women’s Day 2018, warna ungu pun keluar sebagai simbol gerakan melawan ketidakadilan. Ungu memang warna resmi Hari Perempuan Internasional.

Dilansir dari Fortune, Kamis (7/3), secara internasional, ungu merupakan warna untuk melambangkan wanita. Secara historis, kombinasi warna ungu, hijau, dan putih terlihat ketika menyuarakan kesetaraan gender yang berasal dari Serikat Sosial dan Politik Perempuan di Inggris pada tahun 1908.

Ungu menandakan keadilan dan martabat. Hijau sebagai representasi harapan dan putih mewakili kemurnian. Namun, putih tidak lagi digunakan karena ‘kemurnian’ menjadi konsep yang kontroversial.

Dalam satu setengah tahun terakhir, wanita memang mengandalkan warna pakaian sebagai simbol protes. Ini dimulai ketika wanita mengenakan pakaian putih pada Hari Pemilu 2016 sebagai tanda penghormatan. Saat itu, dalam sejarah, Hillary Clinton tampil sebagai kandidat wanita pertama dari sebuah partai politik besar.

Wanita juga mengandalkan warna hitam untuk gerakan #MeToo sebagai pernyataan melawan perilaku kasar pria. Elite industri perfilman terlihat mengenakan pakaian serbahitam saat di red karpet Emmy Awards pada awal Januari lalu.

Saat ini, Internasional Women’s Day 2018 tak hanya sekadar gerakan perlawan, tapi juga perayaan prestasi perempuan di berbagai bidang. Seperti sosial, ekonomi, dan politik yang menyerukan kesetaraan gender.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : (ce1/ana/JPC)



Close Ads
Mengapa Harus Mengenakan Ungu di Hari Perempuan Internasional?