JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pesona Kain Nusantara Bikin Masyarakat Italia Kagum

27 Desember 2017, 17:06:42 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
ICF 2017
Para desainer tampil di ajang Indonesia Cultural Fashion (ICF) 2017 (Istimewa/ICF)
Share this

JawaPos.com - Karya empat desainer tanah air berhasil mencuri perhatian dalam ajang Indonesia Cultural Fashion (ICF) 2017. Keempatnya yakni, Elemwe by Lily Mariasari, Tyramona by Decy Ramona, Territory by Terry Putri dan Alkhansas by Khansa. Mereka memamerkan kain nusantara di ajang ICF 2017.

Bertempat di Base Milano Italy, masyarakat Milan menyaksikan keragaman Indonesia lewat indahnya kain nusantara, di antaranya batik Betawi, kain sasirangan Kalimantan, kain dari Toraja dan kombinasi kain batik Cirebon dan Makassar.

"Kalau lihat karya-karya para desainer tanah air memang sudah pantas untuk ditampilkan, kreatif dan inovatif. Tentunya membuat Indonesia bangga di dunia internasional dengan keragaman kainnya," kata Duta Besar Indonesia untuk Italia dan perwakilan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan, Esti Andayani dalam keterangan tertulis, Rabu (27/12).

ICF 2017
Batik dari Cirebon karya Alkhansas (Istimewa/ICF)

1. Brand Territory by Terry Puteri

Tema yang ditampilkan adalah Territory of Borneo, yakni busana wanita modern, dengan sentuhan kain khas Banjarmasin yakni sasirangan. Material lain yang digunakan pada busananya adalah sifon, cotton, dan silk.

Ini adalah kali pertama Territory mengikuti fashion show di Italia, sebagai kota pusat mode dunia. Karenanya, pencapaian ini akan menjadi sangat istimewa. Sentuhan budaya Kalimantan lewat kain sasirangan dan sedikit sentuhan head peace khas Kalimantan diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

2. Tyramona

Tema motif yang diperkenalkan adalah dari Toraja Pak Tedong. Tedong bonga adalah paling berharga bagi masyarakat Toraja dan memiliki harga yang terbilang paling mahal. Dengan memakai Motif Pak Tedong ini membuat kehidupan derajat yang tinggi dan dihormati. Material bahan yang digunakan biasanya bahan micro, shantung, dan balloteli.

Sentuhan budaya di Tanah Toraja sangat kental terasa. Budaya Toraja sedikit banyak sudah dikenal masyarakat luas. Dengan mengangkat motif Toraja di ICF ini, berharap motif-motif Toraja dapat diperkenalkan lebih luas lagi di dunia fesyen international. Karena setiap motif Toraja mempunyai makna yang sangat bermanfaat.

3. Elemwe (Batik Betawi)

Kali ini, Elemwe akan mengangkat tema Pesona Jakarta. Ada empat desain yang terdiri dari batik betawi dengan paduan bahan polos. Kain dengan motif seni budaya Betawi, Tanjidor yaitu salah satu kesenian Betawi tempo dulu.

Kain dibuat dengan warna sogan yang menggunakan tiga jenis bahan katun, doby dan sutra. Ini menggunakan metode pembuatan tradisional dengan cara dilukis langsung oleh pengrajin (batik tulis) sehingga hasilnya sangat rapi dan jelas apa yang dilukiskan pada kain tersebut. Agar busana menjadi terlihat lebih elegan maka digunakanlah bahan-bahan polos campuran dengan tambahan aksen payet.

4. Alkhansas

Tema yang akan dibawakan terinspirasi dari keanekaragaman dan kekayaan Bangsa Indonesia. Dalam koleksi ini, Alkhansas memadu padankan kain tradisional Indonesia dengan beberapa motif seperti Batik dari Cirebon, hingga batik motif Kapal Pinisi dan huruf Lontara dari Bugis, Makassar. Nilai-nilai yang menjadi ciri khas Indonesia pun diekspresikan dalam beberapa pakaian denga warna merah menyala tanda keberanian.

Ada yang berbeda pada koleksinya kali ini, padu-padanan fine art atau visual art yang ditampilkan dalam beberapa baju, terdapat motif yang dibuat menggunakan beberapa media berbeda (selain print dalam kain). Ini menggambarkan sebuah ekspresi akan sebuah keberanian yang membuat koleksi menjadi lebih hidup (ditampilkan dalam baju putih dengan cipratan cat tembok merah).

Material bahan yang digunakan antara lain katun dan polyester, yang menekankan Ekspresi Visual, seperti Prints yang ada dalam kain. Brand Alkhansas mengedepankan padu-padan motif dan warna yang berani, lembut dan elegan.

Selain pemilihan warna dan motif kain seperti batik dan huruf lontara, nilai intrinsik yang menjunjung nilai budaya Indonesiaan seperti keberagaman coba disuguhkan dalam satu koleksi singkat, serta variasi jenis material, siluet, dan color palette.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up