JawaPos Radar

Terkuak! Ini Sejarah Perayaan Valentine Hingga Budaya Beri Cokelat

14/02/2018, 07:45 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Terkuak! Ini Sejarah Perayaan Valentine Hingga Budaya Beri Cokelat
Ilustrasi valentine. (Boldsky)
Share this image

JawaPos.com – Setiap 14 Februari hampir seluruh masyarakat dunia merayakan Hari Kasih Sayang atau dikenal sebagai Hari Valentine. Pada momen ini sejumlah orang menyiapkan kado atau kejutan spesial bagi orang-orang terkasih. Dari mulai bunga, boneka, cokelat, hingga makan malam romantis.

Lalu, mengapa sih Valentine harus dirayakan? Bagaimana awal kisahnya?

Dilansir dari Boldsky, Rabu (14/2), ada banyak fakta yang tidak diketahui tentang hari Valentine. Fakta-fakta ini adalah tentang asal-usul berdarah pada tradisi modern dan tradisi cokelat. Sebetulnya Valentine berawal ketika periode Romawi. Menurut sejarah, diyakini bahwa hari Valentine berasal dari periode Romawi, di mana orang-orang tersebut tidak diizinkan untuk menikah pada masa perang. Aturan ini ditetapkan oleh kaisar Claudius II.

Terkuak! Ini Sejarah Perayaan Valentine Hingga Budaya Beri Cokelat
Ilustrasi valentine. (Istimewa)

Namun, seorang uskup bernama Valentine diam-diam melakukan pernikahan ini. Ketika sang raja mengetahui hal ini, St. Valentine dipenjara. Saat berada di penjara, dia menulis sebuah catatan kepada putri sipir yang menandatanganinya sebagai 'dari Valentine Anda'.

Kartu Valentine di era Victoria dianggap sial untuk ditandatangani. Padahal saat ini, menurut sebuah survei, sekitar 1 miliar kartu hari Valentine dipertukarkan setiap tahun. Survei tersebut mengungkapkan bahwa hari ini ditandai sebagai kartu musiman terbesar kedua yang mengirimkan ucapan sepanjang tahun, setelah Natal.

Pada tahun 1537, Raja Henry VII, dari Inggris, secara resmi mengumumkan 14 Februari sebagai hari libur untuk merayakan perayaan Hari Valentine. Hingga Valentine semakin meluas ketika Richard Cadbury menghasilkan sekotak cokelat pertama untuk mengisi hari liburan di akhir 1800-an. Sejak saat itu, tradisi pemberian cokelat diikuti.

Menurut data statistik, terungkap bahwa lebih dari 35 juta kotak coklat berbentuk hati biasanya laris di hari Valentine. Sekitar 73 persen laki-laki membeli bunga, sementara wanita hanya sekitar 27 persen. Mawar merah adalah salah satu bunga favorit Venus, dewi cinta Romawi. Maka, mawar merah laris manis diikuti warna pink dan merah anggur.

Meskipun pria memimpin daftar pembelian bunga, tercatat bahwa wanita membeli kira-kira sekitar 85 persen dari semua hadiah yang dibeli. Tak hanya itu, momen ini pun dijadikan ajang melamar kekasih.

Statistik mengungkapkan bahwa rata-rata sekitar 220 ribu lamaran pernikahan dicatat pada hari Valentine setiap tahunnya. Bahkan kota Verona, Italia menerima sekitar 1000 huruf setiap hari Valentine yang semuanya ditujukan kepada Juliet.

Lalu apakah harus punya pasangan? Bagi kaum lajang, jangan marah dan merasa kesal, karena hari ini juga dirayakan sebagai 'Hari Kesadaran Single'. Menurut sejarah, anak perempuan abad pertengahan makan makanan yang aneh pada hari ini. Dipercaya bahwa memakan makanan aneh akan membuat mereka bermimpi tentang pasangan masa depan mereka.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up