JawaPos.com – Dibalik sifat humble yang dimiliki oleh seorang Vidi Aldiano, ternyata ia memiliki cerita dari sisi spiritual yang cukup rumit.
Vidi Aldiano yang biasa tampil di masyarakat adalah orang dengan pribadi yang ceria dan memiliki jiwa sosial tinggi hingga mendapat julukan ‘duta persahabatan’ dari netizen.
Sisi lain dari suami Sheila Dara ini dibagikan dalam konten Youtube berjudul Log In yang dibawakan oleh Habib Ja'far dan Onadio Leonardo.
Baca Juga: Kesaksian Vidi Aldiano Saat Terjadi Gempa di Jepang
“Banyak yang mengira aku tuh baru masuk Islam, tahu Bib,” ucap Vidi.
“Loh, saya juga (mengira) begitu,” timpal Habib Ja'far.
“Gak gitu maksudnya, iya baru ber-Tuhan, tapi bener 2019 kali ya, kaya benar-benar meresapi-Nya,” jawab Vidi.
Baca Juga: Kesaksian Vidi Aldiano Soal Kedekatan BCL- Tiko Saat Liburan Bareng ke Los Angeles
Vidi menceritakan bahwa ia memang sudah memeluk agama Islam sejak lahir dan menjalani kewajiban sebagai seorang muslim selama hidup.
Penyanyi 34 tahun ini belum menemukan makna agama dan ajarannya sehingga ia menganggap agama adalah sebuah proses transaksi.
“Rasanya kaya gak dikasih space untuk percaya secara utuh, karena dari kecil gua kan dari sekolah Islam kan, jadi kaya emang diajarin teknis-teknisnya terus kaya dikasih tahu reward dan punishment dalam agama ini, gitu,” katanya.
Baca Juga: Pesan Vidi Aldiano di Hari Bahagia Pernikahan BCL dan Tiko
“Dimana rasanya kok anak kecil itu lebih bisa fokus sama ketakutannya gitu loh, takut kalau misalnya di sekolah nilai jelek ntar dimarahin mama papa, sama aja nih kaya takut gak sholat karena nanti bisa masuk neraka plus dimarahin mama papa juga, jadi punishment-nya dua kali,” tambahnya.
Dari konsep agama yang didapatkan dari lingkungannya, Vidi merasa sholat hanyalah kewajiban dan tidak mengerti makna atau intisari dari melaksanakan sholat.
“Dan itu terjadi for the longest time dari kecil sampai akhirnya SMA sampai kuliah tuh rasanya yaitu, sholat itu terutama sholat ya jadi kaya terpaksa gitu, dan kalau gak sholat tuh jadinya mamanya sedih atau mamanya marah itu rasanya kaya punishment buat anak kecil dong,” jelas Vidi.
“Dan akhirnya sholatnya pun karena mama, bukan karena Tuhan,” timpal Habib.
“Bukan, iya benar, buat nyenengin mama atau takut bikin mama marah gitu, dan itu rasanya bukan core-nya sholat itu, bukan itu gitu,” balas Vidi.
Baca Juga: Tak Mau Ketinggalan, Intip Momen Bahagia Vidi Aldiano Dampingi BCL di Hari Pernikahan
Berbekal rasa keingintahuan yang tinggi, Vidi terus berproses mencari core atau intisari makna sholat. Pelantun lagu Status Palsu ini mempelajari agama hingga berbagai kepercayaan saat ia menempuh pendidikan di luar negeri.
Bertemu dengan berbagai macam latar belakang kepercayaan orang membuat Vidi semakin ingin mengulik alasan setiap orang untuk mempercayai kepercayaan tersebut.
Sudah banyak buku yang dibacanya membuat Vidi semakin mengenal sejarah setiap agama utamanya agama Islam, tetapi bukan merasa semakin dekat malah semakin merasa jauh dengan Tuhan.
“Ya karena disitu aku sadar menuhin logika, menuhin ilmu tapi gak menuhin hati aku gitu,” lanjutnya.
“Sampai akhirnya aku, for the longest time akhirnya gua agnostik gitu, kaya susah gitu untuk bisa mempercayai kepercayaan atau agama yang gua dikasih tahu dari kecil, tapi gak dapet di hatinya gitu,” terang Vidi.
Setelah pencarian panjang yang dilakukan oleh Vidi, akhirnya pada satu titik pria ini menemukan kembali rasa koneksi dengan Tuhan pada saat divonis penyakit.
Baca Juga: Vidi Aldiano Bicara Kedekatannya dengan Feng Shui
Pada saat penyanyi ini divonis penyakit dengan serangkaian terapi yang harus dilakukan, ia merasa bahwa harus berdoa kepada Tuhan.
Vidi merasa bahwa hal ini benar-benar membuat ia harus berkomunikasi lagi kepada Tuhan dengan cara Islam. Hal ini juga yang membuat Vidi meyakini kembali eksistensi Tuhan dan agama Islam.
“Pada saat aku berada di Singapura, besoknya aku harus operasi angkat ginjal aku, aku do’a akhirnya, aku bingung kan, aku udah lama rasanya gak pernah komunikasi dengan cara Islam terus aku ngerasa kaya aku butuh guidance karena udah gak tahu lagi nih rasanya, kaya dunia lo runtuh,” katanya.
“Dan pada hari itu gua memutuskan untuk sholat, gua sholat ashar waktu itu, dengan sholat gua rasanya benar-benar ingin komunikasi sama semesta gitu, tolong ini gua journey ini apa maksudnya gitu,” tambahnya.
Dari proses berliku yang telah dilalui Vidi, akhirnya sebagai seorang muslim ia menemukan kembali apa core dari melaksanakan sholat.
“Dari hari itu, gua ngerasa sholat itu bukan kewajiban tapi sebagai tanda gua bersyukur,” ucap Vidi.