← Beranda

Valentine Sebentar Lagi Datang, Yuk Cari Tahu Sejarahnya!

Ondra Dwi Putra Adi SetyoMinggu, 11 Februari 2024 | 19.41 WIB
Ilustrasi Coklat Valentine dan Bunga. (freepik/pvproductions)

JawaPos.com - Entah Anda menyukai Hari Valentine atau membencinya, satu hal yang jelas: sejarah Hari Valentine sudah ada sejak dahulu kala.

Dan meskipun Hari Valentine sekarang dikenal dengan ciuman, hadiah Hari Valentine, dan reservasi makan malam yang sulit didapat—asal muasal hari raya tersebut tidak terlalu romantis.

Mengutip dari Real Simple, sejarah Hari Valentine tidak bisa dikatakan penuh kasih sayang karena menampilkan seorang santo, pembantaian, dan bahkan biarawati berdosa di Hari Valentine yang akan diulas berikut ini.

Baca Juga: 3. Fakta Hari Valentine yang Belum Banyak Diketahui Orang!

1. Tanggal dan hari perayaan Valentine

Pertama, penyegaran singkat: Hari Valentine selalu jatuh pada tanggal 14 Februari. Hari Valentine 2024 akan jatuh pada hari Rabu, 14 Februari. (Tapi tunggu saja sampai tahun 2025, karena jatuh pada hari Jumat!)

Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius mendeklarasikan tanggal 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine, dan sejak itu, tanggal 14 Februari menjadi hari perayaan—meskipun secara umum lebih bersifat religius daripada romantis.

Secara umum, umat Kristiani mula-mula sering memilih merayakan hari raya pada hari-hari yang bertepatan dengan festival dan perayaan yang ada (seperti Natal dan titik balik matahari musim dingin), sehingga mereka menempatkan Hari Valentine pada tanggal 14 Februari, sedangkan Lupercalia dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Baca Juga: Valentine Dinner Bersama Pemain Persebaya Surabaya, Merayakan Kasih Sayang Bersama Bonita

2. Awal mula terjadinya hari Valentine

Hari Valentine adalah hari tetap dalam kalender yang disamakan dengan hari libur pertengahan Februari dalam kalender Romawi kuno yang disebut Lupercalia—yang diyakini beberapa sejarawan adalah alasan mengapa Hari Valentine selalu tentang cinta.

Lupercalia merayakan kesuburan, dan mungkin termasuk ritual di mana pria dan wanita dipasangkan dengan memilih nama dari toples. Di Yunani Kuno, orang merayakan pertengahan musim dingin untuk pernikahan dewa Zeus dan dewi Hera.

3. Tentang Santo Valentine

Ternyata tidak banyak. Hari Santo Valentine adalah hari raya dalam agama Katolik, ditambahkan ke kalender liturgi sekitar tahun 500 Masehi. Hari itu diperingati bagi para martir suci yang diberi nama—Anda dapat menebaknya—Valentine.

Legenda yang berbeda merayakan tiga orang suci yang berbeda yang disebut Valentine atau Valentinus, namun karena sangat sedikit yang diketahui tentang orang-orang ini dan terdapat laporan yang saling bertentangan mengenai kisah Hari St. Valentine, hari raya tersebut dihapus dari kalender liturgi Katolik Roma pada tahun 1969.

Meskipun tidak banyak yang diketahui tentang sejarah sebenarnya dari Santo Valentine yang menjadi dasar hari raya tersebut, legenda Santo Valentine memiliki beberapa cerita. Salah satu legenda mengatakan bahwa Santo Valentine menolak berpindah agama menjadi paganisme dan dieksekusi oleh Kaisar Romawi Claudius II.

Sebelum dieksekusi, dia secara ajaib mampu menyembuhkan putri sipir penjara, yang kemudian masuk Kristen bersama keluarganya. Legenda lain mengatakan seorang uskup bernama Santo Valentine dari Terni adalah nama sebenarnya dari hari raya tersebut; Santo Valentine ini juga dieksekusi.

Baca Juga: Dijamin Romantis dan Bikin Baper! Simak 15 Rekomendasi Ucapan Manis di Hari Valentine untuk Kekasih Tercinta

Namun menurut yang lain dan ini adalah bagaimana Santo Valentine menjadi berafiliasi dengan hari raya yang berfokus pada cinta Santo Valentine adalah seorang pendeta Romawi yang mengadakan pernikahan bagi prajurit yang dilarang untuk menikah, karena dekrit kaisar Romawi yang menyatakan bahwa prajurit yang menikah bukanlah prajurit yang baik dan jadi pria muda tidak bisa menikah.

Santo Valentine ini mengenakan cincin bergambar Cupid simbol cinta yang membantu tentara mengenalinya. Dan, sebagai pendahulu kartu ucapan, dia membagikan kertas hati untuk mengingatkan umat Kristiani akan kasih mereka kepada Tuhan.

Karena legenda ini, Santo Valentine dikenal sebagai santo pelindung cinta. Doa Santo Valentine meminta Santo Valentine untuk mempertemukan sepasang kekasih, sehingga keduanya menjadi satu, dan pasangan mengingat pengabdiannya kepada Tuhan.

Baca Juga: Beruntung! Kamu yang Merayakan Valentine dengan 4 Zodiak Ini Dijamin Bakal Dapat Momen Romantis

Meskipun kisah Santo Valentine menjadi dasar untuk menetapkan hari itu sebagai hari libur cinta romantis, yang benar-benar memperkuat hubungan antara Santo Valentine dan cinta adalah sebuah puisi karya penulis abad pertengahan Geoffrey Chaucer pada tahun 1375, yang oleh para sejarawan dianggap sebagai asal mula perayaan Hari Valentine “modern”, di mana kita merayakan hubungan romantis kita dengan orang lain.

EDITOR: Nicolaus Ade