← Beranda

Fenomena Maraknya Grup Idola Virtual Buka Kemungkinan Jadi Arus Baru di Ranah Dunia K-Pop

Rabbany WanadrianiJumat, 5 Januari 2024 | 23.10 WIB
Grup virtual K-pop PLAVE. Sumber foto: Instagram / @plave_official

JawaPos.com – Dunia K-pop terus mencapai level baru menghadirkan berbagai penyanyi grup dan solois di tengah kesuksesan global yang terus berkembang, namun tren menunjukkan bintang K-pop tidak harus wujud asli manusia untuk menarik perhatian.

Ada boygroup baru baru-baru ini menduduki puncak daftar pra-pemungutan suara untuk penghargaan Rookie of the Year di Seoul Music Awards ke-33 dan dalam satu minggu, terjual lebih dari 200.000 kopi album barunya.

Grup tersebut dikenal dengan nama PLAVE, idola virtual yang memiliki visual sempurna dan vokal menawan digawangi lima personel yakni Hamin, Noah, Yejun, Bamby, dan Eunho yang debut pada bulan Maret 2023.

Dua kali seminggu, grup ini berkomunikasi dengan penggemarnya melalui saluran YouTube yang memiliki sekitar 530.000 pelanggan dan telah merilis empat album sejak debut, demikian dikutip JawaPos.com dari Korea Herald, Jumat (5/1).

"Awalnya, konsep idola virtual masih asing. Namun, menarik melihat karakter kartun berinteraksi sebagai sebuah grup, membangun hubungan antar anggota seperti band idola lainnya. Pertunjukan dua kali seminggu di saluran YouTube grup juga menyenangkan," kata penggemar PLAVE Lee Young Ha.

Idola virtual sebagian besar dapat dibagi menjadi dua kelompok, bergantung pada apakah ada manusia nyata di belakang mereka atau tidak. Dalam satu kasus, penyanyi virtual diciptakan menggunakan manusia nyata yang mengenakan pakaian khusus.

Sementara tampilan virtual diterapkan menggunakan teknologi. Dalam kasus lain, penyanyi virtual diciptakan hanya melalui kecerdasan buatan dan tidak ada manusia nyata di balik layar.

Untuk PLAVE, mereka menggunakan teknologi pada manusia sungguhan. Semua personel berpartisipasi dalam menulis dan mengarang lagu grup serta memamerkan keterampilan menari mereka, meski tampil secara virtual.

Di sisi lain, terdapat Isegye Idol, grup wanita virtual beranggotakan enam orang yang diproduksi oleh YouTuber Woowakgood memiliki manusia nyata yang bekerja di balik fasad virtual mereka. Single digital ketiga ‘Kidding’ dirilis pada Agustus 2023 menduduki peringkat keenam di chart Melon Top 100.

Adapun Eternity, grup beranggotakan 11 orang dibuat menggunakan kecerdasan buatan, memulai debutnya pada Maret 2021. PULSE9, produser Eternity adalah salah satu perusahaan teknologi manusia virtual terkemuka di Korsel.

Sementara MAVE:, girlgroup virtual yang diproduksi bersama oleh Kakao Entertainment dan Netmarble, juga mendapatkan popularitas besar. Video musik untuk lagu debut ‘Pandora’ dirilis pada Januari 2023 telah ditonton 27 juta kali dalam 11 bulan.

Meskipun idola virtual belum menjadi arus utama dalam budaya K-pop dan Korea, kehadiran mereka perlahan-lahan meluas dengan penggemar idola virtual mengonsumsi konten mereka dan mendukung grup virtual sama seperti penggemar K-pop lainnya.

“Sementara beberapa penggemar penasaran dengan anggota sebenarnya di balik layar, sebagian besar penggemar tidak mencoba memisahkan anggota manusia asli dari persona virtualnya. Penggemar cenderung hanya menerima anggota grup tersebut, memahami mereka sebagai kombinasi karakter dan kehidupan nyata,” kata seorang pejabat dari Vlast, perusahaan PLAVE.

“PLAVE berencana mengadakan konser solo tahun ini, akan disiarkan ke penonton secara real-time melalui layar dengan karakter berbasis AI, sementara para anggota sebenarnya tampil langsung di lokasi,” tambahnya.

Salah satu penggemar Isegye Idol, Kim Sae Young berbagi pendapat bahwa idola virtual memiliki keunggulan dibandingkan idola sungguhan.

“Sebagai artis yang melampaui kenyataan, menurutku (virtual idol) bisa menghasilkan konten yang lebih mengejutkan dan dramatis. Desain panggung yang berbahaya atau latar belakang seperti fantasi yang tidak layak dilakukan manusia mungkin saja terjadi pada idola virtual,” ungkap dia.

“Teknologi akan berkembang sehingga kecanggungan atau ketidaknyamanan yang dirasakan orang terhadap idola virtual akan teratasi. Suatu hari nanti, mereka mungkin menjadi arus utama di pasar K-pop,” pungkasnya.

EDITOR: Hanny Suwindari