JawaPos Radar | Iklan Jitu

Cara Andi Bachtiar Yusuf Tularkan Semangat Kreativitas pada Anak Muda

31 Januari 2019, 15:09:05 WIB
Cara Andi Bachtiarr Yusuf Tularkan Semangat Kreativitas pada Anak Muda
Andi Bachtiar Yusuf menjadi juri Top Generation Challenge 2.0. (jpnn)
Share this

JawaPos.com - Siapa tak kenal sosok Andi Bachtiar Yusuf? Pria yang berprofesi sebagai sutradara film ini semakin dikenal setelah filmnya di tahun 2018 yang berjudul Love For Sale. Karyanya juga meraih penghargaan piala citra sebagai film dokumenter terbaik. Nah, bagi anak muda yang ingin sukses seperti dirinya, Andi didapuk sebagai juri ajang kompetisi anak muda yang bertajuk Muda Kaya Karya.

Kegiatan yang bernama Top Generation Challenge 2.0 itu meminta anak muda untuk menyalurkan bakatnya yang kekinian dalam dua kategori, yakni Art Maker dan Content Maker. Art Maker seperti karya seni kekinian berupa mural dan lainnya, sedangkan Content Maker seperti video vlog atau vlog.

Kegiatan ini mendukung generasi muda Indonesia untuk berani berkarya dan konsisten menjadikan kreativitas sebagai kekuatan untuk bertumbuh. Andi menjelaskan betapa beruntungnya anak muda saat ini yang ditopang oleh perkembangan teknologi yang pesat.

LOVE FOR SALE - Behind The Scenes: Production Diary 6 | 15 March 2018 (YouTube/ Visinema Pictures)

"Perkembangan teknologi begitu pesat. Kalau nggak ada digital kamera kayaknya sekarang mungkin saya jadi PNS karena ibu saya ingin saya jadi PNS saja. Bahkan, sampai sekarang," katanya tertawa dalam konferensi pers, baru-baru ini.

Menurut Andi, pada dasarnya sebuah karya bukan hanya mendapatkan ide bagus, tetapi saat ini semakin banyak platform yang tersedia. Andi berharap anak muda bisa menelurkan ide kreatifnya dengan sesuatu yang baru.

"Adanya kompetisi ini saya berharap suatu hal yang baru ya. Sesuatu yang bisa liar, yang dikerjakan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah yang ada," jelasnya.

Maka penilaian kompetisi ini pun akan ketat. Andi akan bertindak sebagai juri bersama seniman lainnya, yakni Yustiasnyah Lesmana sebagai kurator.

"Saya akan pilih yang saya suka, yang saya anggap liar dan baru. Sesuatu yang bisa dikembangkan lebih besar lagi," ujarnya.

Sementara itu Product Manager Top Coffee, Edward Christian Djaja menjelaskan Top Generation Challenge 2.0 diharapkan dapat menjadi wadah eksistensi yang menghubungkan gelombang kreativitas dan semangat para anak-anak muda untuk berani mengeksplorasi diri demi menghasilkan karya terbaik.

Top Generation Challenge 2.0 bertujuan mendorong semangat kreativitas kaum muda di Indonesia dan mempresentasikan diversitas karya anak muda Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar para anak muda tidak lagi takut dan ragu untuk menghasilkan suatu karya yang positif.

"Ajang ini menjadi wadah anak-anak muda kreatif untuk bisa berkumpul bersama demi menciptakan karya seni yang menginspirasi dan memiliki rasa serta mengintegrasi pengalaman seni menjadi sebuah karya untuk Indonesia," tutup Edward

Editor           : Novianti Setuningsih
Reporter      : Marieska Harya Virdhani

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up