JawaPos Radar

Sweet 20 Adaptasi Film Korea

29/06/2017, 16:43 WIB | Editor: Dwi Shintia
Sweet 20 Adaptasi Film Korea
ALAMI PENYESUAIAN: Pemain film Sweet 20 bersama produser Chand Parwez (kiri). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Empat film Indonesia meramaikan bioskop di libur Lebaran ini. Salah satu yang menuai banyak review positif adalah Sweet 20. Jika ada yang merasa pernah menonton film tersebut sebelumnya, dia tidak sepenuhnya salah. Rilisan Starvision itu memang resmi diadaptasi dari film laris Korea Selatan, Miss Granny (2014).

Diarahkan sutradara Ody Harahap, Sweet 20 menjadi film Indonesia pertama yang menggandeng production house Korea, CJ Entertainment (CJE). PH tersebut merupakan pemegang hak cipta Miss Granny. Chand Parwez Servia, produser sekaligus CEO Starvision, mengungkapkan, sejak 2014, CJE menawari dirinya untuk membuat adaptasi Miss Granny. Sebelumnya, film itu dibuat dalam versi Tiongkok, Thailand, Jepang, dan Vietnam. ’’Setelah saya lihat, ternyata filmnya bagus dan punya value moral yang baik,’’ ungkap Parwez.

Tidak hanya bagus di cerita, rupanya Sweet 20 juga punya daya pikat kuat menarik orang ke bioskop. Dirilis pada 25 Juni lalu, hingga kemarin (28/6) Sweet 20 mendulang 165.866 penonton. Karena banyak yang tidak kebagian tiket, akhirnya jumlah layar ditambah. Awalnya, ada 56 bioskop di 22 kota. Kemarin Starvision menambah 21 bioskop lagi. Jumlah kota pun ditambah enam. Yaitu, Tasikmalaya, Samarinda, Cilegon, Padang, Palu, dan Denpasar.

Inti kisah film yang naskahnya ditulis Upi tersebut hampir sama dengan Miss Granny. Ada seorang perempuan tua yang kembali menjadi muda. Di Sweet 20, nenek itu bernama Fatma (Niniek L. Karim). Dia adalah janda 70 tahun yang merasa anaknya, Adit (Lukman Sardi), berniat mengirimnya ke panti jompo. Fatma sedih. Tidak menyangka itulah balasan dari anaknya. Padahal, saat muda, dia rela membuang mimpi menjadi penyanyi demi mengasuh Adit.

Dalam kesedihan tersebut, dia keluar rumah dan bertemu dengan fotografer misterius (Henky Solaiman). Begitu dia dijepret, terjadi keajaiban. Fatma kembali berusia 20 tahun. Dia mengubah namanya menjadi Mieke (Tatjana Saphira). Menjadi muda kembali, Fatma berusaha mewujudkan mimpinya sebagai penyanyi. Cerita kian kompleks ketika pesona Mieke/Fatma membius tiga lelaki sekaligus. Salah satunya adalah cucunya, Juna (Kevin Julio).

Walau secara umum Sweet 20 sama dengan Miss Granny, sejumlah adaptasi dilakukan untuk membuatnya lebih Indonesia. Misalnya, menghilangkan adegan mabuk-mabukan dan memperbanyak scene ketika orang yang lebih muda menaruh hormat kepada yang lebih tua.

Syuting film dimulai awal 2017. Sebagian besar pengambilan gambar dilakukan di Bandung. Alasannya, banyak lokasi bernuansa vintage yang mendukung alur cerita. Sejumlah lagu lawas Indonesia diaransemen ulang dan dibawakan Tatjana. Sebut saja Payung Fantasi, Bing, dan Layu sebelum Berkembang.

Tatjana sangat bersemangat saat diajak menjadi bintang Sweet 20. Aktris yang saat ini beneran memang berumur 20 tahun itu sebelumnya tidak paham sama sekali tentang film atau drama Korea. Film yang dibintangi Na Moon-hee, Lee Jin-wook, dan Shim Eun-kyung tersebut merupakan film Korea pertama yang ditonton Tatjana. ’’Sebagai aktris, saya harus terbuka dengan semua genre dong,’’ katanya.

Tatjana berupaya keras menghidupkan karakter perempuan lawas. Dia belajar gaya bicara dan gestur nenek-nenek. Di film tersebut, untuk kali pertama, Tatjana juga pamer kemampuan vokal. ’’Untung, ada workshop akting sama vocal coaching. Jadi, pas nyanyi santai,’’ ucap perempuan yang mengawali karir sebagai model tersebut.

Menurut Morgan Oey yang berperan sebagai produser musik ganteng Alan penyuka Mieke, film itu tidak hanya menghibur. ’’Sweet 20 mengajari kita tentang pilihan hidup, cinta, dan cara menjalani masa muda dengan syukur,’’ tutur pria 27 tahun tersebut.

Memerankan karakter yang sudah ada dinilai Tatjana dan Morgan sebagai tantangan. Tatjana membawakan peran Oh Doo-ri (Shim Eun-kyung) dan Morgan menghidupkan karakter Han Seung-woo (Lee Jin-wook). Mereka harus bisa memberikan nilai plus untuk membedakan karakter dari Miss Granny dan Sweet 20. ’’Untungnya, jalan cerita dibuat sesuai dengan budaya pop Indonesia. Jadi, peran kami punya ciri khas,’’ jelas Tatjana. (len/c14/ayi)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up