JawaPos Radar

Kembali ke Fitrah

Pakai Busana Lebaran Hasil Desain Sang Ibunda

25/06/2017, 06:05 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Pakai Busana Lebaran Hasil Desain Sang Ibunda
Dian Pelangi (Rieska/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Kiprah desainer fesyen Dian Pelangi semakin maju dengan berbagai karya hasil desainnya. Namun di hari Lebaran, Dian justru tidak mengenakan busana hasil desainnya sendiri, tetapi menggunakan desain sosok yang paling istimewa di kehidupannya. Dia adalah sang ibunda.

Dian mengungkapkan setiap kali Lebaran, Dian dan keluarga selalu mengenakan pakaian hasil desain dan jahitan ibunda dari mulai busana hingga mukena dan baju koko. Pakaian tersebut ditujukan bagi keluarga inti. Dian mengaku tak pernah mengeluh hasil jahitan ibunya.

“Biasanya seragam dan selalu ibu yang membuat. Dari mulai busana sampai mukena. Enggak sih enggak pernah mengeluh, saya selalu suka apa yang dibuatkan ibu,” ungkap Dian.

Lebaran kali ini warna senada yang dipilih yaitu hijau mint. Sebab, Dian dan keluarga juga mengubah warna cat dinding rumah menjadi hijau. “Jadi biar lebih matching pakai hijau mint. Lebih ke kaftan dan mukena,” tuturnya.

Lebaran kali ini begitu berarti bagi Dian setelah dua hingga tiga tahun belakangan, orang tuanya selalu berlebaran di tanah suci. Baru tahun ini dirinya kembali mendapat kesempatan sungkem dengan orang tua di Jakarta. Lebaran tahun ini terasa berbeda karena sang kakak dikabarkan sedang mengandung.

“Kakak saya baru menikah di Mekkah dan dikabarkan hamil. Itu menangisnya sampai terharu banget. Tahun ini senang banget,” katanya.

Makna Idul Fitri bagi Dian merupakan ajang kumpul keluarga besar. Lebaran juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dian juga menggulirkan berbagai resolusi yang harus dicapai tahun ini salah satunya hidup lebih sehat.

Dian memastikan dia dan keluarga tidak mudik dan hanya berlebaran di Jakarta. Hal itu lantaran Dian sempat trauma saat menyetir mobil dan mudik bersama karyawannya pada tahun 2011 lalu ke Pekalongan. Saat itu karena terlalu lelah terjebak macet 24 jam, membuat dirinya hampir mengalami kecelakaan.

“Karena itu bikin trauma karena enggak kebagian tiket. Jadi mending lebaran di Jakarta saja menikmati pempek, tekwan, dan model karena kami orang Palembang. Terasa lebih menyenangkan,” katanya. (cr1/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up