alexametrics

Konspirasi Luncurkan Mantra Provokasi

24 Mei 2017, 08:15:19 WIB

JawaPos.com – Band post-grunge, Konspirasi resmi melepas single terbaru berjudul Mantra Provokasi. Syair lagu tersebut ditulis oleh Che sebagai vokalis. Dia menulis liriknya karena dipicu kebiasaan diskusi yang dilakukan dengan semua personil, yakni Edwin, Marcell Siahaan, dan Romy.

Menariknya, Che mengatakan bahwa syair Mantra Provokasi ini ditulis karena tergugah oleh tiga hal penting yang ditemuinya. Pertama, usai dia membaca sebuah artikel, dengan judul “Jangan Jual Murah Ayat Tuhan”, dari buku karya Nurcholish Madjid, yakni Atas Nama Pengalaman Beragama dan Berbangsa di Masa Transisi (2002). 

Pemicu kedua pentolan Cupumanik itu menulis lagu tersebut karena pernyataan terkenal dari Nurcholish Madjid, yang berbunyi, ‘Islam Yes, Partai Islam No’. Menurut beliau, Islam seharusnya lebih memperhatikan substansi daripada sekadar formalisasi. Untuk apa memiliki partai Islam bila semangat di dalamnya kosong dari nilai-nilai Islam.

Inspirasi terakhir yang membuat Che menulis lagu Mantra Provokasi, adalah karena keresahan maraknya wacana penolakan ideologi Pancasila yang beresiko akan merusak rajutan kebangsaan. 

“Mantra Provokasi lahir sebagai refleksi keresahan kolektif semua personil Konspirasi. Pada intinya kami menyampaikan apa yang kami rasakan. Berusaha jujur, dan melukiskannya dengan syair,” kata Che saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta, Selasa (23/5) malam.

“Keresahan itu yang selalu kami bicarakan, makanya milih rilis lagu ini,” sambung Marcell sang drummer.

Dari segi musik, lagu Mantra Provokasi tetap terdengar seperti ciri khas selama ini yang diusung Konspirasi. Yakni dengan nuansa musik grunge yang padat berisi. Hanya saja Edwin mengungkapkan, bahwa pada lagu ini mereka ingin mencoba tempo yang tidak terlalu cepat.

“Bikin musik yang ngga kencang. Pokoknya rock yang menyenangkan dan komersial ala kami,” paparnya.

Konspirasi berharap lagu Mantra Provokasi bisa terus diperdengarkan ke masyarakat luas. Apalagi lagu ini, menurut Marcell punya konten yang mengajak untuk berdemokrasi dengan baik.

“Lagu ini bicara opsi, menyuarakan suara kita. Mari kita berdialog dengan media apapun termasuk lagu. Karena demokrasi harus memberikan ruang,” ucapnya.

“Kami berempat juga ingin melakukan aksi untuk generasi ke depan dan di bawah kami. Kasihan anak-anak kita nanti malah jadi korban apa yang kita resahkan itu,” sambung pria 39 tahun tersebut.

Saat ini lagu Mantra Provokasi dari Konspirasi telah bisa didapatkan di berbagai layanan streaming legal, seperti iTunes, Spotify, dan lainnya. (ded/JPG)

Editor : Kuswandi

Saksikan video menarik berikut ini:


Konspirasi Luncurkan Mantra Provokasi