JawaPos Radar

Natascha Oking, Istri Kaka Slank yang Jatuh Cinta pada GFJP Suramadu

23/10/2017, 20:37 WIB | Editor: Miftakhul F.S
Kaka Slank
SANGAT PUAS: Natascha Oking ketika mengikuti Gran Fondo Jawa Pos Suramadu 2017 pekan lalu (14/10). Itu adalah partisipasi Natascha kedua di ajang ini. Dia mengaku sangat bahagia akhirnya bisa finis. (Galih Cokro/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com- Pukul 06.00 WIB Sabtu pekan lalu (14/10), sekitar 1.200 peserta Gran Fondo Jawa Pos (GFJP) Suramadu 2017 sudah bersiap di garis start di Kenjeran Park, Surabaya. Salah seorang yang paling antusias adalah peserta perempuan dengan nomor punggung 163.

Dengan helm hitam dan kacamata berwarna senada, cyclist tersebut menjadi salah seorang peserta yang berdiri di barisan depan. Sepanjang perjalanan, Madura dibakar panas yang sangat menyengat. Suhunya berada di kisaran 39,7 derajat Celsius. Bahkan sempat menembus 41 derajat Celsius saat rombongan tiba di pit stop kedua di kawasan wisata bekas tambang kapur Bukit Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan.

Namun, ternyata itu tidak membuat kegigihannya surut. Dia terus memilih mengayuh, melawan panas, untuk menaklukkan rute sejauh 157 kilometer tersebut. Sesampai di garis finis di Kenjeran Park, wajahnya puas. Sepuas-puasnya. ”Akhirnya lulus juga Suramadu!” ucap Natascha Oking, sang peserta nomor punggung 163 yang datang dari Jakarta itu. Dia adalah istri bintang rock yang sangat terkenal di Indonesia, yakni Akhadi Wira Satriaji alias Kaka Slank.

Natascha mengungkapkan tahun lalu juga ambil bagian di GFJP Suramadu. Dan ternyata, gara-gara ajang itulah dia jadi jatuh cinta pada olahraga bersepeda. ”Waktu itu saya newby banget. Tapi langsung ikut touring Suramadu. Baru punya sepeda, pertama gowes pakai sepatu sepeda, akhirnya jatuh tiga kali hehehe,” ceritanya.

”Tapi berkesan banget. Apalagi momen waktu lewat jembatan. Itu kebanggaan,” tambah perempuan yang menikah dengan Kaka pada Desember 2002 tersebut.

Natascha akhirnya keterusan ikut ajang sepeda yang diadakan Jawa Pos. Menurut dia, event sepeda milik Jawa Pos punya keunggulan dalam keamanan. Itu yang membuatnya selalu merasa nyaman. ”Saya selalu ikut event-nya Jawa Pos. Ndak pernah yang lain. Soalnya, marshal-nya banyak. Medisnya banyak. Suplai makanan di tengah jalan juga banyak. Merasa aman sebagai pemula,” papar perempuan 40 tahun kelahiran Jerman tersebut.

Maret lalu Jawa Pos Cycling Bromo 100 KM 2017 menjadi event kedua yang diikuti Natascha. Dia mengaku tertantang menaklukkan tanjakan di Gunung Bromo. ”Ternyata belum kuat. Di 10 kilometer terakhir turun, jalan (kaki). Naik lagi, jalan lagi. Begitu terus sampai finis. Makanya, tahun depan saya mau ikut lagi. Biar lulus juga kayak Suramadu,” ujarnya lantas tertawa.

Perempuan yang sudah memberikan dua buah hati untuk Kaka itu semakin serius menekuni olahraga bersepeda. Setahun belakangan Natascha bergabung dengan Women’s Cycling Community (WCC) Jakarta.

Dari komunitas itu Natascha mengaku mendapat banyak ilmu tentang bagaimana mempersiapkan diri sebelum ikut ajang-ajang gowes jarak jauh seperti GFJP Suramadu. Di GFJP Suramadu 2017 lalu dia datang bersama tujuh teman dari komunitas tersebut.

”Awalnya saya sempat menekuni lari. Coba-coba triatlon juga pernah. Tapi akhirnya bosen juga. Akhirnya nemu tantangan lain ikut touring sepeda ini,” jelasnya.

Kaka, sebut Natascha, mendukung penuh hobinya bersepeda. Meski sang suami sampai saat ini memang belum tertarik untuk ikut gowes bareng dengannya. ”Kalau dia (Kaka) mah sukanya cuma joging atau fitnes di rumah,” katanya.

(irr/c9/nur)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up