alexametrics

Aset First Travel Buat Negara, Sezha Idris: Kasihan Korban Warga Kecil

20 November 2019, 19:03:24 WIB

JawaPos.com – Sheza Idris ikut mengomentari soal putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutus supaya aset First Travel dirampas oleh negara. Belakangan kasus ini menuai polemik dari sejumlah pihak. Ada pihak yang keberatan aset First Travel dirampas negara karena para korban dinilai lebih berhak.

Sheza Idris tegas mengatakan bahwa dirinya mendukung jika aset travel umrah milik Annisa Hasibuan dan Andika Surachman dikembalikan kepada para korban. Karena para korban, katanya, banyak yang berasal dari kelas menengah ke bawah. Para korban menungumpulkan dana itu bertahun-tahun.

“Kasihan banget itu uang yang bertahun-tahun mereka tabung, mereka itu bukan orang yang berada (punya banyak uang,red) gitu. Mereka orang yang susah nyari duitnya. Saya berharap pemerintah lebih memperhatikan masalah ini supaya lebih transparan dan lebih memperhatikan orang-orang yang jadi korban,” ucap Sheza Idris kepada JawaPos.com di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).

Perempuan yang sudah satu tahun berhijab ini sempat mendiskusikan hal itu dengan suaminya. Sheza Idris dan suaminya pun mengaku prihatin jika para korban tidak mendapatkan apa-apa dari dana aset Fisrt Travel.

“Baru kemarin aku ngomongin sama suami aku, kok jadinya asetnya diambil sama pemerintah ya? Korban kan yang punya hak, kasihan yang jadi korban itu adalah warga-warga kecil loh,” tutur Sheza Idris.

Salah satu yang melayangkan protes jika aset First Travel diambil alih negara adalah tim pengacara dan juru bicara para korban. Mereka menyayangkan jika aset First Travel tidak dikembalikan kepada para korban. Apalagi kementerian Agama yang seharusnya bertangggung jawab atas hal ini dinilai angkat tangan.

“Kemenag yang harusnya bertanggungjawab dalam hal ini, dia yang memberikan izin First Travel, tapi kemudian dia tidak melakukan apapun. Apa yang dilakukan Kemenag selama ini dia pun mencabut izin First Travel setelah kami melaporkan kan. Jadi mau enaknya enggak mau susahnya,” kata Dewi Agustina, juru bicara korban First Travel.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads