alexametrics

‘Addie MS’ Berisi Kisah Perjuangan Sang Musisi Bermusik

19 Januari 2019, 16:02:10 WIB

JawaPos.com – Selalu ada sisi positif ketika menggemari seseorang yang inspiratif. Bahwa berawal dari penggemar, seseorang bisa menghasilkan karya.

Seperti halnya Evariny Andriana, sosok ibu rumah tangga yang hobi menulis tentang Kehamilan, tak disangka diberi kesempatan untuk menulis kisah dan perjalanan Addie MS. Evariny Andriana sudah mengidolakan Addie MS sejak tahun 1992, sehingga sangat tahu detil seluk beluk tentang idolanya tersebut.

Pertemuan dia dengan Addie MS berawal dari Eva mengunggah link blog-nya sendiri di Twitter yang menceritakan tentang ulasan musik Addie MS pada tahun 2016. Ternyata Addie MS membaca isi blog tersebut dan memberikan tiket gratis Twilite Orchestra.

“Waktu itu saya memang sering muncul di Twitter memantau untuk evaluasi tentang musik, lalu mendapat link blog dari Eva seperti ulasan majalah musik yang sangat detail. Saya kagum dengan pengamatan Eva, lalu saya tawarkan tiket untuk datang dan berkenalan,” kata Addie MS ketika ditemui di konferensi pers peluncuran buku  bertajuk Addie MS, Tugu Kunstkring Jakarta, Sabtu (19/1).

Dari situlah Eva menawarkan untuk bisa menulis buku tentang Addie MS. Namun, saat itu, Addie MS masih merasa tidak layak untuk dijadikan sosok inspiratif yang dibuatkan buku biografi.

“Saya melihat mas Addie salah satu tokoh di Indonesia yang menginspirasi. Mas Addie tidak punya background musisi formal. Dia selalu mau berusaha untuk maju. Kisah hidupnya penuh inspirasi, maka ini harus dijadikan buku agar banyak orang yang belajar apa yang bisa diraih mas Addie,” ujar Evariny Andriana, penulis buku Addie MS.

Berkat kekonsistenan Evariny dalam menawarkan penulisan buku biografi, Addie MS akhirnya dia dipercayakan untuk menulis kisah Addie MS yang belum pernah diceritakan sebelumnya, bahkan anak-anaknya pun belum tahu detil.

Di buku ini menggambarkan betapa keras hidup Addie MS sejak kecil. Dia sempat tidak diizinkan bermain musik oleh sang ayah. Sang ayah menginginkan Addie meneruskan bisnis ubin. Tetapi, pria berusia 59 tahun ini bersikeras untuk fokus di dunia musik mencari uang sendiri.

Akibatnya, di antara 8 bersaudara, Addie tidak pernah terima uang kuliah. Bahkan, dia bisa datang ke workshop di Amerika dari hasil ‘Ngamen’ untuk terus belajar mengasah kemampuannya di dunia musik.

“Mas Addie itu perfect, positif thinking, perhatian dengan detil, tidak berhenti berjuang. Banyak kisah mengharukan, pernah dicibir,” tambah Evariny Andriana.

Dalam proses penulisan yang memakan waktu satu tahun, Evariny mengulik banyak informasi dari keluarga dan orang-orang sekitar Addie MS. Oleh karena itu, dia menjanjikan kisah yang baru dan tidak ada di manapun.

Selain cerita, di dalam buku tersebut tercantum kumpulan foto-foto Addie MS sejak masih muda hingga berkarir di dunia musik. Tokoh-tokoh terkenal yang dekat dengan Addie MS juga ikut memberikan testimoni untuk buku tersebut seperti David Foster, Indra Usmansjah Bakrie, Chappy Hakim, Yovie Widianto, Bens Leo, Triawan Munaf, Anggun C. Sasmi, dan para musisi Twilite Orchestra.

Addie MS pun sangat tidak menyangka bahwa David Foster yang selama ini diidolakan ikut memberikan testimoni di akhir-akhir penulisan buku menuju pencetakan. Addie MS memang berhubungan baik dengan David Foster dan sering dipercaya untuk menjadi pemimpin orchestra musisi internasional.

“Sempat minta e-mail sama David Foster dan minta bantu Anggun juga, terus awal-awal seperti tidak ada jawaban. Eh, ternyata di akhir mau cetak David Foster ternyata balas e-mail,” ujar Addie MS.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : Inriyani Sembiring

'Addie MS' Berisi Kisah Perjuangan Sang Musisi Bermusik