JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jadi Asisten Stylist Idol K-pop Tak Seindah yang Dibayangkan

18 Februari 2019, 08:00:59 WIB
Jadi Asisten Stylist Idol K-pop Tak Seindah yang Dibayangkan
Ilustrasi asisten stylist membawa barang-barang artisnya (Koreaboo)
Share this

JawaPos.com - Bekerja sebagai stylist atau asisten stylist dari seorang idol atau aktor favorit mungkin menjadi dambaan para penggemar Korea atau K-pop. Namun ternyata bekerja sebagai asisten stylist terutama, tidak sepadan dengan apa yang didapatkan dan diharapkan.

Melansir Koreaboo, pekerjaan sebagai asisten stylist menjadi lebih sulit karena mereka juga mengandalkan kekuatan fisik dalam pekerjaannya. Mereka diharuskan mengambil baju-baju dari merek, sponsor, atau rumah fashion untuk artisnya dan mengembalikannya setiap hari.

Dalam satu kali syuting, seorang aktor atau bintang idol membutuhkan 5-6 pakaian setiap hari. Jika dalam satu hari ada tiga kali syuting, bisa dibayangkan berapa banyak pakaian yang harus diambil lalu dikembalikan lagi oleh seorang asisten stylist.

Jadi Asisten Stylist Idol K-pop Tak Seindah yang Dibayangkan
Salah satu grup idol, ITZY (Soompi)

Selain itu, ia juga harus mempertimbangkan kemungkinan sang aktor atau idol tersebut menyukai atau tidak baju yang diambilnya itu. Termasuk juga merek atau sponsor yang mungkin diinginkan sang artis untuk diambilkannya.

"Pada hari pengambilan (pakaian), entah dari mana (pihak) merek menyatakan bahwa mereka tidak meminjamkan uang kepada penghibur dengan latar belakang penyiar. Bukannya aku bisa mulai berdebat dengan mereka saat itu juga. Jika Anda berada dalam catatan buruk mereka, mereka mungkin membatalkan sponsor di masa depan. Suatu kali, diputuskan bahwa aku akan mengambil bagian tertentu dari rumah mode khusus ini. Tetapi kemudian pada hari yang sama, mereka memberi tahu bahwa aktor lain memutuskan untuk mengambil itu,” ujar seorang asisten stylist yang tak diungkap identitasnya.

Ia menjelaskan, situasi bahkan bisa lebih mengerikan bagi asisten stylist yang bekerja dengan label perusahaan yang berurusan dengan bintang idol.

"Situasi 'passion pay', mereka tidak benar-benar membayar Anda. Lebih buruk lagi ketika Anda bekerja di industri musik, terutama dengan idol. Beberapa tidak membayar selama beberapa bulan. Mereka mengatakan bahwa ini adalah cara mereka untuk memastikan kami (asisten stylist) tidak ada di sana hanya untuk melongo melihat idola," katanya.

Beberapa asisten stylist yang bekerja dengan idol dibayar sebesar USD 300 hingga USD 500 per bulan dengan panggilan 24 jam dalam 7 hari untuk mengambil pakaian. Tidak hanya untuk acara resmi tetapi juga untuk acara pribadi dari bintang idola tersebut.

Kondisi pekerjaan sebagai asisten stylist saat ini juga ditentukan oleh dua faktor. Pertama, masuknya calon stylist yang berharap suatu hari bisa menjadi stylist penuh waktu dan kepala merek fashion; Kedua, hubungan non-kontraktual, orang-ke-orang yang sering membuat orang yang ingin menjadi asisten stylist bercita-cita tinggi demi mendapatkan pekerjaan ini.

Fakta tersebut juga menjadi bukti dari sebuah studi yang dilaksanakan oleh Asosiasi Pekerja Perempuan Korea cabang Seoul yang mengungkap kondisi kerja para asisten stylist di industri hiburan Korea.

Hasil tersebut menunjukkan 80 persen dari 203 orang yang disurvei dilaporkan bahwa mereka mendapatkan bayaran lebih rendah dari USD 1.000 per bulan; 93,1 persen bekerja lebih dari 8 jam per hari dan 40,7 persen bekerja lebih dari 12 jam.

Sebanyak 93,6 persen orang yang disurvei adalah wanita dan 78,3 persen hasil survei menunjukkan mereka berusia di antara 20 hingga 25 tahun.

Secara ringkas, hasil tersebut menunjukkan bahwa beberapa orang wanita yang berusia di awal 20 tahun bekerja lebih dari 8 jam sehari, terkadang hingga 7 hari penuh, dan tidak menghasilkan lebih dari USD 1.000 atau sekitar Rp 15 juta per bulan.

Rupanya, dibalik gemerlap dan kemeriahan, serta dalam bayang-bayang menjadi pusat perhatian, banyak wanita yang bekerja keras siang dan malam, malah dibayar rendah, terlalu banyak bekerja, dan kurang dihargai.

Editor           : Deti Mega Purnamasari

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini