alexametrics

Bayang, Karya Menohok dari Yohanes Kelvin

30 Seniman Berekspresi Di Balik Setiap Pintu
17 Maret 2019, 09:47:34 WIB

JawaPos.com – Sorot cahaya dari layar OHP tak pernah padam dalam karya bertajuk Bayang. Di tangan Yohanes Kelvin, bayangan menjadi karya yang menohok.

Bayang menjadi salah satu karya instalasi dalam pameran Di Balik Setiap Pintu (Wayang Beber dan Sensory Etnography), yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Tidak seperti karya pada umumnya, yang hanya bisa dinikmati dari jarak jauh dan tak bisa disentuh, Yohanes justru mengajak para penikmat seni untuk menikmati Bayang dengan menyentuhnya. 

Bayang, Karya Menohok dari Yohanes Kelvin
Pameran Di Balik Setiap Pintu (Wayang Beber dan Sensory Etnography), Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. (Adi Ibrahim/Jawa Pos)

“Ini itu representasi dari suara batin saya, tentang kejenuhan dan kebosanan,” katanya, saat ditemui Jawa Pos, Sabtu (16/3) malam. 

Di sebuah plastik yang tebalnya sekitar dua mm dan berdiameter sekitar satu meter, plot cerita Bayang disuguhkan melalui tokoh Wayang beber. Perupa kelahiran Jakarta itu menyebutkan, penikmat seni bisa menikmati ceritanya dengan memutar lingkaran plastik searah jarum jam.

Ada empat tempat dalam cerita. Cerita bermula di rumah. Diceritakan, wayang sedang tidur. Kemudian, terbangun dan memulai hari dengan membersihkan diri.

Setelah di rumah, wayang bergerak ke tempat lain, yakni, jalan. Jalan menjadi tempat penghubung yang harus dilalui wayang untuk menuju ke tempatnya bekerja, yaitu sekolah. 

Sekolah menjadi tempat ketiga yang ditampilkan dalam cerita. Di dalam sekolah, ada ruang guru yang divisualkan oleh Yohanes. Setelah menghabiskan waktu di sekolah, wayang berpindah ke lokasi berikutnya, yakni kafe. 

Yohanes mengatakan bahwa hanya di kafe lah, wayang menemukan kebahagiaan. Wayang bisa berinteraksi dan menemukan ide-ide segar.

“Wayang itu saya. Saya sejak dua tahun lalu menjadi seorang guru. Saya merasa rutinitas ini hanya itu-itu,” terangnya. 

Bentuk plastik berupa lingkaran ternyata menjadi representasi rutinitas itu-itu saja, yaitu bentuk pengulangan. Tak ada yang berubah. Hal itu membuat rasa bosan muncul dalam hati Yohanes.

Humas Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta Robert Thundang menyebutkan, Di Balik Setiap Pintu (Wayang Beber dan Sensory Etnography) menjadi judul dari program Teater Arsip 2019. Judul tersebut mewakili rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 11 Maret hingga 17 Maret.

“Ada 30 peserta lintas keilmuan yang ikut serta dalam pameran ini,” tuturnya.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : Dimas Nur Aprianto

Copy Editor :

Bayang, Karya Menohok dari Yohanes Kelvin