JawaPos Radar

Innalillah, Imam Masjid Meninggal Saat Sujud Salat Jumat

15/09/2018, 07:28 WIB | Editor: Ilham Safutra
Innalillah, Imam Masjid Meninggal Saat Sujud Salat Jumat
Jenazah HM Sadri Arsyad usai disalatkan di Masjid Jami (EDY/KALTENG POS/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Kabar duka menyelimuti Bumi Tambun Bungai. HM Sadri Arsyad, imam Masjid Jami Kota Sampit, Kotawaringin Timur, wafat saat salat Jumat, kemarin siang. Pria kelahiran Barabai, Kalimantan Selatan, 1942 itu wafat saat rakaat kedua. Dalam posisi sujud.

Masjid Jami Assalam di Jalan Iskandar, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim, menjadi tempat ibadah terakhir bagi imam berusia 76 tahun itu. Tidak ada yang mengira, ajal menjemputalmarhum yang biasa disebut kai atau guru Arsyad itu di masjid--rumah Allah SWT.

Pria yang dikenal humoris dan memiliki delapan anak itu, tak hanya sebagai imam. Dia juga menjadi marbot atau pengurus masjid.
Sebelum memulai salat Jumat, guru Arsyad sempat meminta ustad Kholid Ahmad menggantikannya baca doa setelah salat di tempatnya menjadi imam.

Innalillah, Imam Masjid Meninggal Saat Sujud Salat Jumat
HM Sadri Arsyad, imam Masjid Jami Kota Sampit, Kotawaringin Timur semasa hidup (Dokumenstasi keluarga almharhum)

Ternyata, itu permintaan terakhir almarhum. HM Sadri Arsyad menjadi imam salat Jumat sampai rakaat kedua. Saat berdiri dan membaca al-fatihah, dia terhenti. Jatuh dalam posisi sujud. Menghadap kiblat.

Ustad Kholid Ahmad menggantikannya menjadi imam. Posisi di di sebelah kanan almarhum yang tersujud. Salat Jumat berlanjut sampai salam. Ustaz Kholid Ahmad lalu mencoba membangunkan almarhum. Tetapi sang imam sudah wafat. Jamaah membawanya ke rumah sakit.

"Beliau seperti biasa saja. Sering ngobrol dulu. (Sebelum salat, red) bertanya siapa giliran khatib. Saya bilang giliran yang lain. Cuma pengurus tamir itu menyuruh saya menjadi khatib. Saya meminta beliau (almarhum, red) menjadi imamnya. Mau. Cuma saat membaca doa suruh saya membaca doa, posisi duduknya di tempat duduk imam,” ucap ustad Kholid Ahmad di rumahnya di Gang Langsat IV, Jalan DI Panjaitan, Jumat (14/9) itu.

Detik-detik sebelum terjatuh, lanjut Kholid, almarhum tidak seperti biasanya. Suaranya sedikit keras. Nor Khairia Arsyad, anak bungsu almarhum, mendapatkan pesan terakhir dari sang ayah.

"(Almarhum) pernah menjadi juara qari tingkat desa sampai nasional. Saya ketemu sama beliau Rabu. Beliau duduk di jendela sambil memelajari alquran. Belum tentu bapak ini panjang umurnya, kamu harus benar-benar mengaji alquran, karena itu sering diucap beliau. Saya tidak tahu itu menjadi pesan terakhinya,” kata Nor sembari menitik air mata, di rumah duka.

Nor Khairia Arsyad juga pernah juara MTQ tingkat nasional pada 2012 lalu. Dia bercerita, almarhum semasa hidupnya pernah berpesan jika meninggal, meminta untuk disalatkan di Masjid Jami Assalam tersebut.

Memenuhi permintaannya tersebut, jenazah almarhum disalatkan di Masjid Jami Assalam, Masjid Nurul Hidayah dan Masjid Nur, hingga diamakamkan di samping makam almarhumah istri, Rohana. Pemakaman itu posisinya tidak jauh dari rumahnya di Jalan Iskandar 29 Kelurahan Mentawa Baru Ketapang.

Suasana duka menyelimuti keluarga. Ratusan jamaah dan tetangga, memadati rumah duka saat pengajian tadi malam. Anak, saudara, tetangga hingga sejumlah jemaah, terlihat matanya memerah. Berkaca-kaca. Sedih. Semoga amal dan ibadah almarhum diterima Allah SWT. Terlebih, sang imam masjid itu wafat hari Jumat, saat salat, di masjid, diyakini bakal terhindar dari siksa kubur. Amin.

(iil/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up